Beritane.com – Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan keseruan lomba panjat pinang dan gebuk bantal yang diselenggarakan oleh Rampai Nusantara di Kalimalang.
Acara yang berlangsung pada Minggu, 18 Agustus 2024 ini cukup penuh sesak warga yang menyaksikan. Lomba ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79.
Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya memilih Kalimalang sebagai lokasi acara karena antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kami bersyukur acara ini mendapat sambutan yang begitu positif dari warga. Selain menjadi tradisi panjat pinang di Kalimalang, acara ini juga merupakan bentuk kecintaan warga terhadap negara kita,” ujar Mardiansyah.
Dalam perayaan ini, Rampai Nusantara menyiapkan berbagai kegiatan dan hadiah untuk perlombaan, termasuk panjat pinang dan gebuk bantal.
“Selain sebagai kontribusi kami dalam memeriahkan HUT RI ke-79, kami merasakan kemeriahan ini sebagai bagian dari kerukunan dan kekompakan masyarakat yang ikut menyaksikan dan merayakan kemerdekaan. Ini juga merupakan kesempatan untuk membangun kebersamaan di antara warga,” tambahnya.
Mardiansyah berharap acara serupa dapat terus diadakan setiap tahun dengan lebih banyak perlombaan dan lokasi yang berbeda.
“Ini adalah event tahunan, dan saya yakin partisipasi bukan hanya untuk mengejar hadiah tetapi untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Kami berharap acara ini dapat dilaksanakan lagi di tahun-tahun berikutnya. Merdeka!” tegasnya.
Warga Belanda Saksikan Lomba Panjat Pinang Kalimalang
Selain warga lokal, lomba panjat pinang dan pukul bantal di Kampung Jagur RW 10, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur juga menarik perhatian warga negara asing, seperti Rudy Brouwer dari Belanda.
Rudy, yang memiliki darah Indonesia dari ibunya, merasa antusias untuk ikut serta dalam acara tersebut.
“Saya senang melihat orang berpesta, dan karena saya ada darah Indonesia, saya ingin melihat semua ini. Melihat acara ini mengingatkan saya pada ibu saya,” kata Rudy.
Rudy, yang sebelumnya pernah mengikuti lomba serupa di Bekasi, merasa tertantang oleh lomba yang digelar di atas aliran sungai Kalimalang.
“Saya ingin mencoba lomba pukul bantal. Jika terlalu sulit, saya mungkin tidak berani melanjutkan. Ini adalah pengalaman kedua saya mengikuti lomba 17 Agustusan di Indonesia,” ujarnya dengan bahasa Indonesia yang fasih.
Ketua RT 02 di Kampung Jagur RW 10, Alamsyah, menambahkan bahwa lomba panjat pinang di wilayah tersebut sudah berlangsung sejak 1991.
“Panjat pinang di Jakarta Timur biasanya identik dengan air. Kami memulai lomba ini sejak 1991 dan menjadi pelopor lomba panjat tebing di kali di Jakarta karena lokasinya yang strategis. Sebelum pembangunan tol, wilayah ini memiliki pemandangan yang sangat bagus,” jelas Alamsyah.
Pada 17 Agustus 2024, RW 10 telah mengadakan lomba untuk anak-anak dan panjat kedebong pisan, sementara lomba panjat tebing dan pukul bantal berlangsung pada 18 Agustus 2024.












