Beritane.com – Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh video lomba makan pisang yang menuai kontroversi karena dianggap tidak pantas.
Video lomba tersebut menampilkan peserta wanita yang tampak bersemangat memakan pisang, namun cara makan yang ditampilkan menimbulkan kesan tidak etis.
Dalam rangka merayakan Kemerdekaan Indonesia, masyarakat seringkali mengadakan berbagai lomba dan kegiatan.
Salah satu kegiatan yang umum adalah lomba Agustusan, yang biasanya diisi dengan berbagai lomba tradisional dan kreatif.
Namun, sebuah lomba makan pisang yang diadakan di sebuah wilayah di Indonesia belakangan ini memicu reaksi negatif di kalangan netizen.
Meskipun lomba ini dimaksudkan untuk merayakan hari kemerdekaan, cara pelaksanaannya dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan.
Menurut unggahan dari akun Instagram @frix.id, video lomba makan pisang tersebut menunjukkan sejumlah ibu-ibu yang berpartisipasi dengan cara yang dianggap meniru adegan film dewasa.

Dalam video tersebut, satu peserta jongkok sementara pasangannya berdiri memegang pisang, dengan cara makan yang dianggap tidak pantas dan tidak mendidik.
Baca Juga: Pemkab Bogor Gelar Lomba Agustusan via Online
Video ini segera viral dan mendapat kritik tajam dari netizen. Banyak yang menganggap lomba tersebut telah mengabaikan etika dan mencoreng makna kemerdekaan.
Beberapa komentar netizen menyatakan kekecewaan mereka terhadap panitia dan peserta lomba:
“Kemerdekaan seharusnya dirayakan dengan kegiatan yang mendidik, bukan dengan lomba seperti ini!” ujar akun @ban***
“Panitia dan peserta sepertinya kurang pertimbangan dalam memilih jenis lomba. Ini benar-benar memalukan,” tulis akun @dii***
“Lomba makan pisang ini malah terlihat seperti adegan dari film dewasa. Ini bukan cara yang tepat untuk merayakan kemerdekaan,” ucap akun @blp***
“Lebih baik berkreasi dengan lomba yang lebih bermakna daripada yang seperti ini,” tambah netizen lainnya.
Kontroversi lomba makan pisang ini menggarisbawahi perlunya perhatian terhadap jenis kegiatan yang dipilih untuk merayakan hari-hari besar, agar tetap sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang diharapkan.












