Beritane.com – Pemenang kontes kecantikan transgender di Jakarta adalah perwakilan dari Aceh. Berikut ini ulasan dan fakta tentang kontes kecantikan ini.
Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan video viral yang menunjukkan kontes kecantikan transgender di sebuah hotel di Jakarta.
Dalam video tersebut, terlihat para peserta berlaga di atas panggung dengan mengenakan selempang bertuliskan nama-nama provinsi di Indonesia.
Kontes kecantikan transpuan ini berakhir dengan pemenang seorang transgender yang mewakili Aceh.
Fakta Kontes Kecantikan Transgender di Jakarta
Berikut ini fakta dari konten kecantikan transgender di Jakarta, yang belakangan masih menjadi topik perbincangan warganet:
1. Pemenang Kontes dari Aceh
Video yang beredar di Instagram menunjukkan peserta kontes kecantikan transgender memperagakan gaya mereka di depan dewan juri dengan mengenakan selempang bertuliskan berbagai provinsi. Pada akhir acara, seorang transpuan dari Aceh dinyatakan sebagai pemenang.
Hotel Orchardz di Sawah Besar, Jakarta Pusat, diketahui menjadi lokasi acara yang diadakan pada 4 Agustus 2024. Pihak manajemen hotel, melalui Director of Sales Achmad Gandy, mengaku terkejut karena mereka hanya mengetahui acara tersebut sebagai gala dinner dan tidak menyadari bahwa itu adalah kontes kecantikan transgender.
“Jika kami tahu acaranya adalah kontes kecantikan transgender, kami pasti akan menolak penyewaannya,” jelas Achmad Gandy, pada 7 Agustus.
2. Kritikan Publik dan Respons MPU Aceh
Kontes tersebut menuai kritik tajam dari publik, khususnya dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Ketua MPU Aceh, Tengku Faisal Ali, mengecam keras acara tersebut dan meminta aparat hukum untuk menyelidiki dan memproses panitia serta peserta kontes yang dianggap mencoreng nama baik Aceh.
MPU Aceh juga menegaskan bahwa sejak 2016, mereka telah mengeluarkan fatwa yang tidak mengizinkan keberadaan kalangan LGBT di wilayah tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku di Aceh.
“Acara seperti ini harus menjadi pelajaran bahwa tidak boleh menggunakan nama daerah tanpa izin dari pihak berwenang,” tegas Tengku Faisal.
3. Penilaian Pihak Berwenang
Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, mengungkapkan bahwa kontes tersebut tidak memiliki izin dari pihaknya. “Secara perizinan, acara ini tidak memiliki izin resmi, dan baru ramai setelah viral di media sosial,” ujarnya.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, menambahkan bahwa tidak ditemukan unsur kriminal dalam acara tersebut. Namun, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan itu.
Kepala Seksi Pengawasan Industri Pariwisata Sudin Parekraf Jakarta Pusat, Budi Suryawan, menginformasikan bahwa tidak ada sanksi penutupan untuk Hotel Orchardz karena kejadian tersebut tidak memenuhi kriteria untuk tindakan kriminal. Meski demikian, hotel akan menerima teguran tertulis.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut dan menegaskan bahwa kontes tidak mengantongi izin yang sah.
