Beritane.com – Kimberly Cheatle, Direktur Dinas Rahasia Amerika Serikat, mengundurkan diri pada Selasa (23/7/2024) setelah lembaganya gagal mencegah serangan terhadap mantan Presiden Donald Trump.
Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres AS sehari sebelumnya, Cheatle mengakui kegagalan tersebut sebagai insiden operasional paling serius dalam sejarah Secret Service.
Serangan yang melukai ringan telinga kanan Trump itu disebut Cheatle sebagai “kegagalan yang tidak dapat diterima.”
Pengunduran Cheatle terjadi setelah desakan dari anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat yang menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini.
Para anggota parlemen merasa kecewa karena Kimberly Cheatle menolak memaparkan detail spesifik serangan, dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.
Kimberly Cheatle, Direktur Dinas Rahasia AS Mundur
Cheatle telah berkarier di Secret Service selama 27 tahun sebelum meninggalkan posisinya pada 2021 untuk bekerja di PepsiCo sebagai kepala keamanan di Amerika Utara.
Dia diangkat oleh Presiden Joe Biden untuk memimpin Secret Service pada 2022.
Ketua DPR dari Partai Republik, Mike Johnson, menyatakan puas dengan keputusan Cheatle untuk mundur.
“Ini seharusnya dilakukan sejak seminggu lalu,” katanya kepada wartawan, menambahkan bahwa pengunduran diri tersebut sesuai dengan tuntutan bipartisan.
Langkah Kimberly Cheatle menutup perjalanan panjangnya di Secret Service dan menimbulkan pertanyaan mengenai penggantinya serta langkah yang akan diambil lembaga tersebut untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.
Sumber: Visi News
