Beritane.com – Jumlah penonton Film Jumbo tembus 8,1 ribu orang dan pencapaian ini berhasil cetak rekor baru di Industri Animasi Asia Tenggara.
Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap film animasi lokal kembali terbukti lewat pencapaian gemilang yang diraih Jumbo.
Film Jumbo yang mulai tayang sejak 31 Maret 2025 ini telah menembus lebih dari 8 juta penonton dalam kurun waktu satu bulan penayangan.
Pada Kamis, 1 Mei 2025, Jumbo resmi mencapai 8 juta penonton. Keesokan harinya, Jumat (2/5), angka tersebut kembali melonjak menjadi 8.172.009 penonton.
Informasi ini diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi @jumbofilm_id.
“8.172.009 penonton udah ikutan lihat serunya persiapan pentas Geng Jumbo di Kampung Seruni,” tulis akun tersebut.
Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penonton yang telah mendukung film animasi ini dan turut menikmati momen-momen menghibur seperti lagu “Kumpul Bocah” yang menjadi salah satu daya tarik utama film.
Pencapaian ini sekaligus menandai keberhasilan film Jumbo dalam mencatatkan diri sebagai salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Saat ini, jumlah penonton film Jumbo menjadikannya film animasi lokal dengan capaian tertinggi di kawasan Asia Tenggara, melampaui rekor Mechamato Movie dari Malaysia yang sebelumnya meraih pendapatan USD 7,68 juta.
Sementara itu, dalam daftar film Indonesia paling banyak ditonton sepanjang sejarah, Jumbo berada di posisi ketiga. Di atasnya masih bertengger KKN di Desa Penari dengan 10 juta penonton dan Agak Laen dengan 9,1 juta penonton.
Kesuksesan Jumbo tak hanya diukur dari jumlah penonton film Jumbo yang terus bertambah, tetapi juga dari dampak sosial dan budaya yang dihasilkannya.
Film garapan sutradara Rian Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema Studios ini berhasil memikat keluarga, anak-anak, dan bahkan penonton dewasa dengan pesan moral, visual menarik, serta nuansa lokal yang kuat.
Sebagai bentuk apresiasi kepada publik, pihak penyelenggara mengumumkan bahwa balon raksasa karakter Jumbo akan kembali hadir dalam acara Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu, 4 Mei 2025.
Balon tersebut sebelumnya telah menyapa masyarakat di berbagai lokasi ikonik seperti Candi Prambanan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Jumlah penonton film Jumbo yang kini telah melewati 8 juta menjadi bukti nyata bahwa karya animasi Indonesia mampu bersaing di kancah regional, bahkan internasional.
Dengan pendapatan lebih dari USD 8 juta atau sekitar Rp134,4 miliar, Jumbo telah membuka jalan bagi film-film animasi lokal berikutnya untuk meraih sukses serupa.
Pencapaian ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi industri perfilman nasional. Para kreator lokal pun semakin terdorong untuk menciptakan karya orisinal yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun identitas budaya Indonesia di layar lebar.
Jika tren ini terus berlangsung, jumlah penonton film Jumbo masih berpotensi bertambah dalam pekan-pekan mendatang, sekaligus memperkuat posisinya dalam sejarah perfilman Indonesia.









