Beritane.com – Imane Khelif, petinju wanita asal Aljazair, telah meminta kepada para penggemar olahraga di seluruh dunia untuk menghentikan perilaku bullying terhadap para atlet selama perhelatan Olimpiade Paris 2024.
Imane Khelif menegaskan bahwa cacian dan intimidasi dapat memengaruhi performa atlet secara signifikan.
Khelif, yang tengah menghadapi kontroversi di Olimpiade Paris 2024, menjadi sorotan publik akibat isu terkait gender dan tuduhan sebagai transgender.
Merasa jengah dengan situasi tersebut, Khelif akhirnya berbicara untuk meminta agar semua bentuk bullying terhadap dirinya maupun atlet lainnya dihentikan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai dan prinsip-prinsip Olimpiade dan menahan diri dari perilaku bullying serta intimidasi terhadap atlet. Dampaknya sangat besar,” kata Khelif dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh Daily Mail.
Khelif menambahkan bahwa bullying dapat merusak kenyamanan atlet saat bertanding, bahkan dapat mengurangi semangat dan motivasi mereka dalam mengharumkan nama negara mereka.
“Perilaku seperti ini dapat menghancurkan semangat dan mental atlet. Itu bisa membunuh motivasi dan cara pandang mereka. Oleh karena itu, saya mohon untuk menghentikan bullying,” tegasnya.
Saat ini, Khelif telah memastikan dirinya meraih medali setelah mengalahkan Luca Hamori dari Hongaria di perempat final pada Sabtu (3/8).
Khelif akan bertanding melawan Janjaem Suwannapheng dari Thailand di semifinal yang dijadwalkan pada Rabu (7/8).













