beritane.com
beritane.com

Harga Emas Naik Tipis di Asia, Sementara Tempa Turun Imbas Data Impor Tembaga China

Avatar photo
Harga Emas Naik Tipis di Asia
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Pexels.com/Michael Steinberg)

Beritane.comHarga emas mengalami kenaikan tipis di pasar Asia pada hari Rabu (7/8/2024), setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi seiring dengan stabilnya dolar pasca penurunan baru-baru ini. Fokus pasar tetap pada potensi resesi di Amerika Serikat dan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Di sektor logam industri, harga tembaga mengalami penurunan setelah data menunjukkan penurunan impor tembaga China pada bulan Juni, menandakan lemahnya permintaan dari importir tembaga terbesar dunia tersebut.

Emas sempat mendapatkan dukungan awal dari permintaan sebagai aset aman (safe haven), dipicu oleh sikap hawkish Bank of Japan dan kekhawatiran mengenai resesi di AS yang memengaruhi aset-aset berisiko, terutama saham.

Namun, rebound di pasar saham pada hari Selasa dan Rabu telah menekan permintaan untuk aset-aset aman.

Pada pukul 11:47 WIB, harga spot gold naik 0,2% menjadi $2.393,59 per ons, sementara kontrak futures emas untuk Desember naik 0,1% menjadi $2.433,70 per ons.

Penurunan Harga Emas Tertekan oleh Rebound Pasar Saham

Harga emas mengalami penurunan tajam pada hari Selasa setelah mendekati level tertinggi sepanjang masa di awal pekan.

Rebound pasar saham global menjadi faktor utama yang menekan harga emas, dengan aksi bargain buying dan harapan resesi yang mereda menarik perhatian trader kembali ke pasar saham.

Prospek penurunan suku bunga di AS, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi, juga berperan dalam menjaga minat risiko.

Namun, penurunan suku bunga dapat mendukung harga emas karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia.

Pada hari Rabu, harga logam mulia lainnya juga menunjukkan pemulihan setelah kerugian tajam sebelumnya.

Kontrak futures platinum melonjak 1% menjadi $928,95 per ons, sementara futures perak naik 0,3% menjadi $27,290 per ons.

Tembaga Tertekan oleh Data Impor China yang Lemah

Di pasar tembaga, patokan copper futures di London Metal Exchange turun 0,6% menjadi $8.876,00 per ton, sementara copper futures untuk satu bulan turun 0,1% menjadi $4,0055 per pon.

Data terbaru menunjukkan bahwa impor tembaga China turun 2,9% menjadi 438.000 metrik ton pada bulan Juli, mencerminkan permintaan yang lemah di negara pengimpor utama tersebut.

Meskipun total impor China melampaui ekspektasi, neraca perdagangan negara tersebut menyusut lebih dari yang diperkirakan, dengan ekspor tertekan oleh tarif perdagangan Eropa yang baru-baru ini diterapkan pada kendaraan listrik China.

Tarif ini berpotensi memengaruhi permintaan tembaga di China, mengingat peran penting logam ini dalam industri kendaraan listrik.

Saham Apa yang Layak Dibeli?

Dengan valuasi yang melonjak pada tahun 2024, banyak investor menjadi ragu untuk menambah investasi di pasar saham.

Untuk mengetahui peluang investasi berikutnya, pertimbangkan portofolio yang teruji oleh AI ProPicks, yang telah mengidentifikasi saham dengan potensi tinggi, termasuk saham-saham yang melonjak lebih dari 150%, serta saham lainnya yang mengalami kenaikan signifikan.

Portofolio ini mencakup saham Dow, S&P, teknologi, dan mid-cap, memberikan berbagai strategi untuk membangun kekayaan.