Farid Irfan Siddik, Suami Jelita Jeje Sebagai Kepala BP Bintan Jadi Bidikan KPK

Farid Irfan Siddik dan Jelita Jeje

Beritane.com – Farid Irfan Siddik, suami dari Jelita Jeje yang juga Kepala BP Bintan sedang jadi bidikan KPK karena suka pamer kemewahan di media sosial.

Kemelut kemewahan Farid Irfan Siddik, Kepala BP Bintan ini bermula dari sang istri Dwi Okta Jelita alias Jelita Jeje berkoar-koar di jejaring sosial media.

Farid Irfan Sidik dan istrinya Jelita Jeje itu kerap pamer atau flexing berbagai barang mewah hingga mengundang pertanyaan besar.

Ia sempat membela Erina Gudono yang baru-baru ini dikritik publik karena dianggap tone deaf dengan rakyat Indonesia.

Unggahan Jelita di media sosial miliknya digeruduk oleh jutaan akun hingga akhirnya akun Instagram @jelitajeje kini hilang. Belum diketahui apakah memang sengaja disembunyikan atau dihapus.

Sebagai informasi, Farid Irfan Siddik, suami Jelita Jeje, dilantik sebagai Kepala BP Bintan pada 4 Januari 2022.

Farid merupakan lulus Fakultas Hukum Universitas Dr Soetomo ini lahir pada 20 Oktober 1993 di Lampung. Nama Farid kini terseret dalam kontroversi setelah gaya hidup istrinya yang mewah menjadi sorotan.

Jelita dikenal kerap memamerkan barang-barang mewah di media sosial.

Di antara koleksi yang dipamerkannya terdapat tas Gucci seharga Rp12,5 juta, tas Dior senilai Rp110 juta, dan berbagai barang mahal lainnya. Gaya hidup mewah ini memicu kecurigaan publik akan adanya gratifikasi.

KPK Bidik Farid Irfan Siddik, Suami Jelita Jeje

Perilaku kerap pamer ini nampaknya membuat Komisi Pemberantasan Korupsi ikut mengendus adanya kecurigaan terhadap yang bersangkutan.

KPK mengkonfirmasi bahwa Farid Irfan Siddik, belum melaporkan harta kekayaannya kepada KPK.

Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya juga mendesak agar KPK segera menyelidiki dugaan gratifikasi yang melibatkan pejabat publik, termasuk Farid Irfan Sidik dan keluarganya.

Kurnia Ramdhana, peneliti ICW, meminta KPK untuk tidak tinggal diam atas dugaan ini.

Hingga saat ini, Farid belum memberikan tanggapan resmi terkait isu tersebut. Usaha konfirmasi dari media juga tidak membuahkan hasil.

Dengan perhatian yang semakin meluas, publik menantikan langkah yang akan diambil oleh KPK dan pihak berwenang lainnya untuk mengusut dugaan gratifikasi ini, atau apakah kasus ini hanya akan menjadi berita viral sesaat.

Exit mobile version