beritane.com
beritane.com

Erick Thohir Siapkan Transisi dan Fokus Selesaikan Tugas Hingga Oktober 2024

Avatar photo
Erick Thohir

Beritane.com – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa dirinya mulai mempersiapkan diri untuk transisi pemerintahan yang akan datang, menjelang pergantian dari Presiden Joko Widodo ke calon presiden Prabowo Subianto.

Meski akan segera menghadapi perubahan, Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan tugasnya hingga akhir masa jabatannya pada Oktober 2024.

Dalam pertemuan usai rapat dengan Komisi VI DPR pada Senin, 2 September 2024, Thohir menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan selama masa jabatannya.

“Saya berkomitmen untuk menyelesaikan tugas saya hingga Oktober. Bahkan, saya telah meminta tim saya untuk mulai mempersiapkan dan membersihkan rumah dinas,” ujarnya.

Thohir juga menegaskan bahwa pemilihan menteri di masa mendatang adalah hak prerogatif presiden terpilih. Dia telah melaporkan seluruh data penting kepada Komisi VI DPR dan Presiden Jokowi.

“Saya sudah menghadap Presiden Jokowi dan menyampaikan laporan lengkap. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada beliau atas kepercayaan yang diberikan kepada kami selama ini,” tambahnya.

Selama lima tahun menjabat sebagai Menteri BUMN, Thohir mengapresiasi dukungan transparan dari DPR yang telah membantu kinerja kementerian, terutama dalam restrukturisasi dan penyehatan BUMN.

Thohir mencatat bahwa keberhasilan dalam reformasi BUMN tidak lepas dari dukungan politik yang ada.

Sejak dilantik pada 2019, Thohir mengakui banyak menghadapi tantangan terkait tata kelola perusahaan pelat merah.

Meski demikian, ia memastikan bahwa semua program yang telah direncanakan akan tetap dilaksanakan dengan baik.

“Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk siapa pun yang akan menjabat setelah saya. Yang penting adalah mencapai target dividen sebesar Rp 90 triliun. Jangan sampai ada kesalahpahaman jika target ini tidak tercapai,” tegas Thohir.

Untuk tahun 2025, Kementerian BUMN memiliki target dividen sebesar Rp 90 triliun, meningkat dari target tahun ini sebesar Rp 85 triliun.

Anggaran kementerian untuk tahun depan ditetapkan sebesar Rp 277 miliar, turun dari anggaran 2024 yang sebesar Rp 284,3 miliar.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Thohir meminta tambahan anggaran sebesar Rp 66 miliar di akhir masa jabatannya dan menilai perlunya efisiensi lebih lanjut di perusahaan BUMN secara menyeluruh.