beritane.com
beritane.com

Celine Evangelista Resmi Mualaf, Ibu Bangga dengan Keputusan Anaknya

Avatar photo
Celine Evangelista Resmi Mualaf

Beritane.com – Sebelum resmi menjadi mualaf, Celine Evangelista dikenal sering mengenakan hijab. Ibunya, Nurul, mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari panggilan ilahi.

“Alhamdulillah, jika Celine sering menggunakan hijab, itu menunjukkan panggilan dari Allah untuk anak saya,” ujar Nurul dalam sebuah wawancara yang dikutip dari channel YouTube pada Sabtu (17/8/2024).

Selain rutin mengenakan hijab, Celine juga aktif mengikuti berbagai kajian Islam, termasuk yang dipimpin oleh istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori.

Nurul menambahkan, “Jika anak saya senang mengikuti kajian, itu berarti ia memiliki ketertarikan yang tulus. Semua ini dimulai dari hati yang merasa senang dan tertarik.”

Sebagai ibu, Nurul merasa bahagia melihat Celine Evangelista memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

“Saya sangat senang, itu berarti doa saya diijabah oleh Allah. Alhamdulillah jika keputusan Celine untuk menjadi mualaf benar adanya,” ungkapnya.

Nurul juga menambahkan bahwa keinginan agar anak-anaknya memeluk agama Islam sudah ada sejak lama, meskipun ia tidak ingin memaksakan kehendak.

“Saya memang ingin anak-anak bisa seperti itu, tetapi saya tidak pernah memaksa mereka,” jelas Nurul.

Sementara itu, Celine Evangelista merespons kabar tentang keputusannya untuk memeluk Islam setelah pernyataan Umi Pipik.

“Saya merasa nyaman,” kata Celine dalam sebuah wawancara yang dikutip dari channel YouTube pada Jumat (16/8/2024).

Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas keputusan tersebut dan berharap dapat menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

“Saya bersyukur jika semua orang melihat saya secara positif dan semoga saya bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Umi Pipik sebelumnya menyebutkan bahwa Celine Evangelista telah menjadi mualaf sejak lama. “Masalah mualaf itu sudah terjadi sejak lama. Memang sudah lama,” kata Umi Pipik.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat harus mendukung keputusan Celine dan memahami bahwa perubahan memerlukan waktu.

“Proses hijab itu tidak instan. Semua orang butuh waktu untuk belajar, dan saya mendampingi proses hijrahnya,” tutup Umi Pipik.