Brandon Sklenar Kritisi Kritikan Negatif Terhadap Film It Ends With Us

Brandon Sklenar

Beritane.com – Aktor Brandon Sklenar, yang membintangi film It Ends With Us, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kritik negatif yang ditujukan pada film tersebut dan para wanita yang terlibat.

Film ini, yang juga dibintangi Blake Lively dan Justin Baldoni, telah mendapatkan ulasan beragam terkait penggambaran kekerasan dalam rumah tangga, dengan beberapa kritikus menyebut tur promosinya sebagai “kecelakaan mobil.”

Dalam unggahan Instagram-nya, Brandon menyatakan rasa frustrasinya terhadap proyeksi negatif yang meluas di dunia maya.

“Sangat menyedihkan melihat banyaknya kritik negatif yang ditujukan kepada wanita-wanita yang telah mencurahkan seluruh tenaga dan jiwa mereka untuk film ini, karena mereka benar-benar percaya pada pesan yang ingin disampaikan film ini,” tulisnya.

Film It Ends With Us, yang diadaptasi dari novel best-seller karya Colleen Hoover, menceritakan kisah Lily Bloom (diperankan oleh Blake Lively) yang terjebak dalam hubungan penuh kekerasan yang mencerminkan pengalaman masa kecilnya.

Meskipun dirilis di Inggris pada 9 Agustus dan menjadi salah satu film box office sukses di AS, film ini menerima kritik tajam.

The Telegraph menyebut film ini sebagai “pengulangan kekerasan dalam rumah tangga dalam kemasan romansa yang licin.”

Colleen Hoover, penulis novel asli, pernah mengungkapkan bahwa bukunya terinspirasi oleh pengalaman pelecehan yang dialami ibunya.

Dalam unggahan terbarunya, Brandon menanggapi rumor tentang keretakan hubungan antara Blake Lively dan Justin Baldoni, yang juga menyutradarai film tersebut.

Spekulasi ini muncul karena mereka tidak tampil bersama di karpet merah, namun baik Blake maupun Justin belum memberikan komentar mengenai hal ini.

“Apa yang mungkin terjadi di balik layar tidak seharusnya dan diharapkan tidak mengurangi niat kami dalam membuat film ini,” tulis Brandon Sklenar.

Blake Lively juga menggarisbawahi komitmennya terhadap film saat pemutaran perdana, menegaskan bahwa Lily adalah seorang penyintas dan bukan hanya korban.

“Dia mendefinisikan dirinya sendiri, dan menurutku itu sangat memberdayakan karena tidak ada orang lain yang dapat mendefinisikan Anda,” katanya di karpet merah.

Brandon juga membahas kritik terhadap kurangnya penekanan pada tema kekerasan dalam rumah tangga dalam promosi film.

Kritikus mengatakan Blake lebih fokus pada promosi bisnis lainnya daripada membahas isu kekerasan domestik.

Blake sempat membagikan nomor saluran bantuan kekerasan rumah tangga di Instagram, tetapi beberapa orang merasa itu tidak memadai.

Brandon menjelaskan bahwa semua orang yang terlibat dalam film merasa bertanggung jawab terhadap para korban.

“Colleen dan para wanita dalam film ini melambangkan harapan dan kegigihan bagi wanita yang memilih kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri,” ungkapnya.

Brandon menonaktifkan kolom komentar pada unggahan tersebut dan meminta para penggemarnya untuk “memimpin dengan cinta dan bersikap baik” daripada menyebarkan kebencian di internet.

“Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari kisah baru yang lebih baik untuk wanita dan semua orang di mana pun,” ajaknya seperti dikutip dari BBC.

Exit mobile version