Beritane.com – Sebuah video berdurasi sekitar 17 detik yang memperlihatkan insiden adu mulut dan nyaris adu fisik antara beberapa orang berseragam diduga taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang tengah viral di media sosial.
Video ini tersebar luas melalui akun Instagram seperti @fakta.jakarta, @fakta.indo, dan @wonosobozone.
Dalam video tersebut, tampak seorang taruna berinisial BT terlibat perselisihan dengan perwira pengasuhnya.
Menurut narasi yang beredar, kejadian ini bermula ketika BT, yang juga dikenal sebagai Brigadir Taruna BVA, terlambat kembali setelah izin berobat dan melewati batas jam malam yang ditentukan.
Saat tas BT diperiksa, ditemukan sebuah laptop yang tidak seharusnya dibawa saat izin berobat.
Pemeriksaan tersebut dilakukan karena BT diduga melanggar aturan Akpol dengan berkomunikasi melalui pesan dengan seorang taruni atau taruna wanita.
Dalam video, terlihat perdebatan antara BT dan perwira pengasuhnya, dengan salah satu pihak menyebutkan, “Kau anggap saya apa, saya perwira! saya kau anggap apa.”
Terkait insiden ini, Gubernur Akpol Irjen Krisno Siregar mengungkapkan bahwa ia belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Ia berjanji akan memeriksa lebih dalam mengenai peristiwa tersebut. “Sebentar, dicek dulu, mohon waktu ya,” kata Irjen Krisno saat dihubungi melalui telepon pada Kamis, 5 September 2024.
Kronologi Insiden Nyaris Adu Fisik Antara Taruna Akpol dan Perwira Pengasuh
Sebuah video yang menunjukkan hampir terjadinya perkelahian antara taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dan perwira pengasuhnya kini viral di media sosial. Video tersebut mengungkapkan kronologi kejadian yang memicu ketegangan tersebut.
Menurut narasi dalam video, insiden bermula ketika seorang taruna berinisial BT BVA meminta izin untuk berobat. Namun, taruna tersebut terlambat kembali ke markas setelah mendapatkan izin keluar.
“Kejadian ini dimulai ketika taruna BT BVA terlambat kembali ke markas setelah izin berobat dan melewati batas waktu yang ditentukan,” jelas narasi tersebut.
Akibat keterlambatan ini, tas milik BT BVA diperiksa oleh atasan karena diduga melanggar peraturan Akpol, khususnya terkait komunikasi dengan taruna wanita atau taruni.
Dalam pemeriksaan, ditemukan sebuah laptop di dalam tas taruna tersebut, yang seharusnya tidak dibawa saat izin berobat.
“Saat tasnya diperiksa, ditemukan sebuah laptop yang tidak seharusnya dibawa. Pemeriksaan ini dilakukan karena taruna tersebut diduga melanggar peraturan dengan berkomunikasi melalui chat dengan seorang taruni,” ujar narasi video.
Dalam rekaman, tampak taruna tersebut berusaha merebut laptopnya dari perwira yang sedang memeriksanya.
Seorang petugas yang merekam kejadian itu menyebutkan bahwa taruna tersebut melawan perwiranya karena laptopnya diperiksa. “Dia melawan pengasuh karena laptopnya dibuka,” kata petugas perekam video.
Kemudian, perwira pengasuh terlihat marah dan menegur taruna tersebut dengan tegas. “Kamu siapa? Saya perwira!” teriak sang perwira sambil menunjuk ke arah taruna tersebut.
Insiden ini akhirnya dilerai oleh beberapa petugas dan rekan-rekan taruna BT BVA. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait video viral tersebut dan insiden yang terjadi.













