Seorang Ayah Manfaatkan Teknologi AI ChatGPT untuk Susun Jadwal Makan

Teknologi AI ChatGPT Makan Malam
Ilustrasi sebuah keluarga sedang makan malam bersama. (Foto:Pexels.com/Ethem Günhan)

Beritane.com – Baru-baru ini, seorang ayah memanfaatkan kecanggihan teknologi AI dari ChatGPT untuk bikin rencana makan malam bersama dua orang anaknya.

Membuat perencanaan untuk makan malam sering kali merupakan tugas yang menantang, terutama ketika harus menentukan menu untuk seminggu atau bahkan sebulan ke depan.

Namun, Jonathan, seorang ayah dari dua anak, menemukan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi AI dari ChatGPT untuk menyusun jadwal makan malam selama seminggu.

Menurut laporan NY Post, Jonathan, yang sebelumnya sering membuat perencanaan makan malam untuk dirinya dan istrinya, menghadapi kesulitan setelah memiliki anak.

“Dulu, kami memiliki banyak waktu untuk merencanakan menu makan malam. Namun, setelah kami memiliki anak, waktu kami menjadi sangat terbatas dan semuanya menjadi kacau,” ungkap pria asal Melbourne ini, yang memiliki anak berusia tiga tahun dan tujuh bulan.

Dengan menggunakan teknologi AI, Jonathan tidak hanya mempermudah perencanaan makan malamnya, tetapi juga merasa bahwa hal ini membantu menjaga kesehatan mentalnya.

Ia mulai dengan membeli bahan-bahan masakan dan kemudian mengunggah foto bahan-bahan tersebut ke ChatGPT, meminta bantuan untuk membuatkan rencana menu makan malam.

“Dengan memfoto bahan-bahan yang ada dan mengunggahnya, serta memberi tahu jenis bahan makanan pokok dan protein yang ingin digunakan, ChatGPT dapat memberikan saran menu yang sesuai untuk seminggu,” jelas Jonathan.

Jonathan mengaku sangat terbantu, terutama dengan bahan-bahan yang kurang familiar, seperti kale dan pokcoy.

“Kamu hanya perlu mengetikkan bahan-bahan dan jumlahnya, serta informasi seperti apa yang ada di kotak sayur. ChatGPT kemudian menghasilkan saran yang sangat baik untuk menu makan malam,” tambahnya.

Selain itu, ChatGPT juga bisa menyesuaikan menu berdasarkan preferensi khusus, seperti hidangan bebas telur atau kacang.

“Misalnya, jika ada hidangan yang mengandung udang dan saya tidak suka, saya bisa meminta untuk menggantinya dengan hidangan tanpa udang, dan ChatGPT selalu memberikan ide-ide baru yang kreatif,” ujar Jonathan.

Bagian terbaik dari penggunaan teknologi ini adalah seluruh proses perencanaan makan malam hanya memakan waktu beberapa menit dan mengurangi pemborosan makanan.

“Dulu, kami harus memasukkan jenis sayuran secara manual, tetapi sekarang ada fitur baru yang memungkinkan kita mengambil foto sayuran dan aplikasi akan membuatkan menu dari foto tersebut, sehingga lebih efisien,” kata Jonathan.

Kini, Jonathan merasa sangat terbantu oleh teknologi AI dan berencana untuk terus menggunakannya untuk perencanaan makanan di masa depan.

“Teknologi ini menghilangkan beban pikiran setelah pulang kerja tentang apa yang harus dimasak. Resep yang diberikan terasa seperti dari buku resep, bukan sekadar campuran bahan,” tutupnya.

Exit mobile version