Beritane.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur melaporkan peretasan puluhan akun bisnis hotel ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Timur.
Peristiwa ini melibatkan sekitar 61 akun hotel yang telah diretas, mengakibatkan kerugian bagi banyak korban yang tertipu dan mentransfer uang ke rekening peretas untuk pemesanan kamar.
Menurut informasi, modus operandi peretas melibatkan penggantian nomor telepon dan WhatsApp hotel serta nomor rekening bank.
Hal ini membuat konsumen tertipu dan melakukan transfer ke rekening yang tidak sah, merugikan nama baik hotel yang terkena dampak.
Peretasan ini tidak hanya terjadi di Surabaya tetapi juga menyebar ke beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Semarang, Denpasar, dan Makassar.
Sebagai respons terhadap kasus ini, PHRI Jawa Timur telah melaporkan kejadian tersebut ke Direskrimsus Polda Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.
Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, mencurigai bahwa peretasan ini mungkin dilakukan oleh pelaku lokal.
Dia mengungkapkan bahwa nomor WhatsApp dan telepon pada akun Google Bisnis hotel telah diganti dengan nomor lokal. Selain itu, beberapa rekening bank yang terlibat juga diubah melalui jaringan bank milik negara.
Dwi Cahyono berharap agar masalah ini dapat segera ditangani untuk mencegah dampak lebih lanjut terhadap bisnis hotel.
Dia juga mengimbau kepada para pemilik hotel untuk segera memperbarui dan memverifikasi akun bisnis mereka guna mencegah kejahatan serupa di masa depan.
Sumber: Okezone
