Beritane.com – Oknum Polwan Putri Cikita viral di media sosial karena dihujat netizen gegara menegur pria sedang makan di salah satu warung di Surabaya.
Kejadian ini Polwan Putri Cikita viral bermula dari video yang menunjukkan seorang polisi wanita (Polwan) menegur seorang pria yang sedang makan di Surabaya menjadi viral di media sosial.
Polda Jawa Timur (Jatim) memberikan klarifikasi mengenai insiden tersebut, mengungkapkan bahwa semua pihak yang terlibat telah saling memahami kesalahan masing-masing.
Kombes Dirmanto, Kepala Bidang Humas Polda Jatim, mengonfirmasi bahwa video yang beredar merupakan bagian dari kegiatan patroli yang diliput oleh sebuah stasiun televisi nasional.
Insiden tersebut terjadi saat razia yang dilakukan oleh Polrestabes Surabaya di sebuah warung kopi di kawasan Tambaksari pada 22 Juli 2024.
“Kejadian tersebut benar adanya,” ujar Dirmanto seperti dikutip Beritane.com dari detikcom, Selasa (27/8/2024).
Dirmanto mengungkapkan penyesalannya atas potongan video yang dipilih oleh beberapa netizen dan kemudian diunggah di media sosial, yang menyebabkan video tersebut menjadi viral.
“Itu adalah penggalan video yang diunggah oleh beberapa orang, sehingga menjadi viral,” tambahnya.
Menurut Dirmanto, patroli menemukan sekelompok warga yang sedang mengonsumsi minuman keras di warung kopi tersebut.
Saat anggota patroli menegur mereka, terjadi mis komunikasi antara petugas dan orang-orang yang sedang berada di lokasi tersebut.
Setelah kejadian itu, polisi memanggil Ali Darmawan, pria yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, dan yang menurut netizen diganggu oleh Polwan saat makan.
Ali Darmawan telah memberikan keterangan terkait kejadian itu, begitu pula dengan Ipda Yan Braja yang juga muncul dalam video tersebut. Ipda Yan Braja telah diperiksa oleh Bidpropam Polda Jatim.
“Dua pihak yang terlibat telah kami periksa, dan mereka kini telah saling memahami dan memaafkan kesalahan masing-masing,” jelas Dirmanto.
Dirmanto juga menyebutkan bahwa Brigadir Putri Cikita telah meminta maaf baik secara pribadi maupun melalui media sosial. “Semua pihak yang terlibat telah saling memaafkan,” tambahnya.
Dirmanto mengimbau kepada warganet untuk tidak memperdebatkan video tersebut lebih lanjut, karena kedua belah pihak telah saling memahami dan memaafkan.
“Kami berharap setelah pernyataan ini, teman-teman netizen tidak lagi mem-framing video tersebut, karena semua pihak sudah menyadari kesalahan masing-masing,” tutupnya.
Baru-baru ini, Putri Sirty Cikita Sabunge, anggota Polwan melalui akun TikTok @putrisirtycikita_sabunge, menyampikan permohonan maaf.
Melalui akun TikTok tersebut, terlihat tulisan permintaan maaf dengan latar belakang video saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal mula Brigpol Putri Cikita dihujat hingga viral.
“Manusia tidak ada yang sempurna dan tentunya manusia tempatnya salah dan dosa. Tolong stop hujat kami. Kami juga manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan, baik yang di sengaja ataupun tidak di sengaja.”
“Yang kami lakukan adalah sebagai edukasi supaya saling menghargai saat berbicara, karena kami datang untuk tugas patroli malam mengamankan wilayah dari hal-hal yang mengganggu ketertiban atau mencurigakan perbuatan kejahatan.”
“Bukan untuk mengganggu masyarakat,” tulis akun Putri Cikita tersebut. Tak hanya itu, muncul juga video satu lagi yang juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sedang terjadi.
“Semua nya sudah selesai dan jelas yaa, mohon untuk tidak berlanjut dalam kasus kesalahpahaman ini. Dan kembali kami sampaikan bahwa tidak ada manusia yang luput dari sebuah kesalahan atau bisa menghindari sebuah kesalahpahaman seperti yang terjadi disini. Terimakasih,” ucapnya.












