Beritane.com – Aldila Sutjiadi adalah petenis putri asal Jakarta, kini semakin bersinar di dunia tenis internasional yaitu di US Open 2024.
Prestasinya yang baru-baru ini melaju ke babak semifinal US Open 2024 menjadi catatan sejarah bagi Indonesia dan membuktikan bahwa talenta tenis dari Tanah Air mampu bersaing di tingkat global.
US Open adalah turnamen tenis Grand Slam keempat dan terakhir dalam setahun, setelah Australian Open, Prancis Open, dan Wimbledon.
Ajang ini dikenal sebagai salah satu turnamen tenis yang paling bergengsi dengan total hadiah uang mencapai $50 juta.
Profil Aldila Sutjiadi
Aldila Sutjiadi lahir di Jakarta pada 2 Mei 1995 dari pasangan Indriatno Sutjiadi dan Herawati Sutisna Jahja. Sejak usia dini, bakatnya dalam tenis sudah terlihat jelas.
Didukung penuh oleh orang tuanya, Aldila mulai berlatih tenis secara serius dan memulai karier profesionalnya pada usia 13 tahun. Ia dikenal dengan pukulan forehand dan volley yang kuat.
Biodata Aldila Sutjiadi:
- Nama Lengkap: Gisella Aldila Sutjiadi
- Nama Panggilan: Aldila
- Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 2 Mei 1995
- Zodiak: Taurus
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Agama: Kristen
- Tinggi Badan: 170 cm
- Berat Badan: 66 kg
- Profesi: Petenis Internasional
- Nama Ayah: Indriatno Sutjiadi
- Nama Ibu: Herawati Sutisna
- Pendidikan: Sekolah Internasional Jubilee, Sunter, Jakarta; University of Kentucky (Jurusan Matematika Ekonomi)
- Instagram: @dillla11
- TikTok: @asutjiadi
Perjalanan Karier Petenis Aldila Sutjiadi
Aldila memulai perjalanan tenisnya dengan mengikuti berbagai turnamen junior baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pada usia 8 tahun, ia sudah mengikuti kejuaraan nasional di sekolahnya. Debutnya sebagai pemain junior dimulai pada tahun 2008, dan pada 2010, ia meraih kemenangan di nomor tunggal dan ganda Kejuaraan Junior Indonesia Internasional.
Di tahun 2012, Aldila mencatatkan prestasi dengan mencapai semifinal di Kejuaraan Junior Australian Open dan memenangkan medali emas di Pekan Olahraga Nasional 2012. Pada tahun 2013, ia debut di tim Piala Fed Indonesia.
Aldila meraih medali perunggu di nomor ganda putri dan beregu pada SEA Games 2015 di Singapura. Di tahun 2018, ia memenangkan medali emas ganda campuran pada Asian Games di Palembang bersama Christopher Rungkat. Prestasi serupa ia ulang pada SEA Games 2019 di Manila.
Pada 2021, Aldila kembali meraih medali emas di SEA Games 2021 dan diikuti dengan kemenangan di Copa Colsanitas 2022. Di tahun 2023, ia mencapai semifinal di ganda campuran French Open dan Wimbledon, berpasangan dengan petenis Belanda Matwe Middelkoop.
Prestasi Terbaru
Pada US Open 2024, Aldila Sutjiadi mencatatkan prestasi gemilang dengan melaju ke semifinal ganda campuran bersama veteran India, Rohan Bopanna.
Meski harus kalah dari pasangan Taylor Townsend dan Donald Young, pencapaiannya tetap membanggakan. Aldila juga berkompetisi di nomor ganda putri bersama petenis Jepang Ena Shibahara, dan meski belum berhasil meraih kemenangan, pencapaiannya tetap membanggakan.
Prestasi Akademik
Selain prestasinya di dunia tenis, Aldila juga berprestasi di bidang akademik. Ia menyelesaikan studinya di University of Kentucky dengan predikat cum laude, meraih IPK 3,92, dan dinobatkan sebagai salah satu remaja berprestasi di Amerika Serikat dalam Elite 90 oleh NCAA.
Prestasi Aldila Sutjiadi:
- 2010: Juara tunggal dan ganda Kejuaraan Junior Internasional
- 2012: Semifinal Australian Open Junior Championships
- 2012: Medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau
- 2013: Membawa Indonesia promosi ke Grup 1 Piala Fed Asia/Oceania
- 2015: Medali perunggu di SEA Games 2015 (ganda putri dan beregu)
- 2018: Medali emas Asian Games 2018 (ganda campuran)
- 2019: Medali emas tunggal putri dan ganda campuran SEA Games 2019
- 2021: Medali emas ganda campuran SEA Games 2021
- 2022: Medali emas ganda putri di WTA 250 Copa Colsanitas
- 2023: Semifinal ganda campuran di French Open dan Wimbledon
- 2024: Semifinal ganda campuran di US Open
- Dinobatkan dalam Elite 90 oleh NCAA
Prestasi Aldila Sutjiadi yang baru-baru ini meraih semifinal di US Open 2024 menjadi bukti nyata dedikasinya dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia.










