beritane.com
beritane.com

Wacana Pengurangan Anggaran Makan Bergizi Gratis Picu Kontroversi

Avatar photo
Wacana Pengurangan Anggaran Makan Bergizi Gratis Picu Kontroversi

Beritane.com – Tim Ekonomi presiden terpilih, Prabowo Subianto, tengah mempertimbangkan pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp15.000 menjadi Rp7.500 per porsi.

Rencana ini muncul setelah pertemuan Tim Ekonomi Prabowo yang melibatkan Burhanuddin Abdullah, Sudrajat Djiwandono, dan Thomas Djiwandono dengan para pakar ekonomi.

Pengurangan ini menjadi pilihan karena anggaran dalam RAPBN 2025 hanya mencapai Rp71 triliun. Tujuan lainnya adalah menjaga rasio utang di kisaran 37-38 persen dari PDB hingga 2030.

Ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, menyebutkan bahwa pemangkasan biaya makan bergizi gratis sehari menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

“Tim ekonominya memikirkan apakah biaya makanan per hari bisa diturunkan dari Rp15 ribu, mungkin ke Rp9 ribu atau Rp7.500,” ujarnya dalam pertemuan di Jakarta.

Wacana Pengurangan Anggaran Makan Bergizi Gratis

Namun, rencana ini mendapat penolakan dari berbagai pihak. Periset CORE, Eliza Mardian, mempertanyakan jenis makanan yang bisa didapat dengan anggaran terbatas ini, khawatir standar gizi tidak terpenuhi.

“Anggaran Rp15 ribu saja sudah terbatas, apalagi Rp7.500. Harga bahan pokok kita mahal,” katanya seperti yang diberitakan Tirto, Jumat (19/7/2024).

Media Wahyudi Askar dari Celios juga mengungkapkan kesulitan memenuhi standar gizi dengan anggaran ini, terutama dengan harga pangan yang fluktuatif dan tinggi. “Biaya untuk makanan bergizi seimbang lebih tinggi dari Rp7.500,” jelasnya.

Menurut pemilik warteg, Rp7.500 hanya cukup untuk satu lauk. Opsi termasuk nasi dan sayur lodeh atau nasi dan tempe orek. Untuk dua lauk, harga minimal Rp13.000 per porsi.

Di Cibinong, Bogor, pemilik warteg mengatakan bahwa Rp7.500 hanya bisa mendapatkan sayur kangkung dan tempe orek tanpa nasi. “Nasi saja Rp5.000. Sisanya mungkin hanya kerupuk,” ungkap pemilik warteg.

Simulasi ini menunjukkan bahwa harga menu di warung makan bervariasi, namun tetap menggarisbawahi tantangan dalam memenuhi kebutuhan gizi dengan anggaran terbatas tersebut.

Itulah tadi berita terbaru dan terkini tentang wacana pengurangan anggaran makan bergizi gratis di era kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.