Beritane.com – Nilai tukar dolar AS pagi ini masih menunjukkan penguatan. Mata uang Amerika Serikat ini tetap berada di kisaran Rp 16.200-an.
Menurut data dari RTI pada Jumat (26/7/2024), dolar AS pagi ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 24 poin atau 0,15% menjadi Rp 16.269. Nilai tertinggi dolar AS hari ini mencapai Rp 16.289 dan nilai terendahnya Rp 16.244.
Secara bulanan, dolar Amerika masih mengalami pelemahan sebesar -0,52%. Namun, jika dibandingkan dengan awal tahun, dolar AS menunjukkan penguatan sebesar 5,81%.
Meskipun dolar AS pagi ini tidak berada dalam kondisi optimal, nilai mata uang ini hanya menguat terhadap yuan China, won Korea, dan dolar Taiwan. Untuk mata uang lainnya, dolar AS mengalami pelemahan.
Sementara itu, nasib rupiah terlihat lebih buruk. Mata uang Garuda hanya menguat terhadap yuan China, won Korea, dan dolar Taiwan, sementara untuk mata uang lainnya rupiah melemah.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka dengan penguatan. IHSG naik 23 poin atau 0,33% menjadi 7.263.
IHSG mencapai level tertinggi di 7.281 dan terendah di 7.256. Sebanyak 196 saham mengalami penguatan, 101 saham mengalami penurunan, dan 211 saham stagnan.
Penguatan Dolar AS Berlanjut
Rupiah mengalami pelemahan setelah dirilisnya data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah dibuka turun 38 poin atau 0,23% menjadi Rp 16.288 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.250 per dolar Amerika.
“Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar Amerika yang menguat setelah data PDB yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan,” ungkap analis mata uang Lukman Leong, dikutip dari Antara, Jumat (26/7/2024).
Lukman menjelaskan bahwa PDB AS kuartal II-2024 tumbuh sebesar 2,8%, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya 2%.
Saat ini, ekspektasi pasar masih belum berubah, yaitu kemungkinan besar bank sentral AS, The Fed, akan menurunkan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate pada pertemuan September 2024.
Selain itu, investor juga menantikan data inflasi Indeks Harga Belanja Personal (PCE) AS untuk bulan Juni 2024 yang akan dirilis malam ini. PCE inti AS diperkirakan akan naik 0,1% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.
Lukman memprediksi bahwa hari ini rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 16.225 hingga Rp 16.350 per dolar Amerika Serikat.
