Beritane.com – Penelitian terbaru dari Cleveland Clinic mengungkapkan bahwa pemanis buatan eritritol dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Temuan ini menunjukkan bahwa eritritol dapat meningkatkan aktivitas trombosit, yang berpotensi memperbesar risiko pembekuan darah.
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology pada Kamis (8/8/2024), tim peneliti Cleveland Clinic menyoroti bahwa eritritol, yang sering digunakan sebagai pengganti gula, mungkin tidak seaman yang diperkirakan sebelumnya.
Penelitian ini menambah bukti bahwa konsumsi eritritol bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.
“Sejak lama, para profesional kesehatan merekomendasikan pengganti gula bagi orang-orang dengan risiko kardiovaskular tinggi seperti obesitas, diabetes, atau sindrom metabolik. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa eritritol dapat memiliki efek yang merugikan,” kata Stanley Hazen, Ketua Ilmu Kardiovaskular dan Metabolik di Cleveland Clinic’s Lerner Research Institute.
Eritritol, yang sekitar 70% sebanding dengan gula dari segi kemanisan dan dihasilkan melalui fermentasi jagung, sering digunakan dalam produk rendah kalori dan diet keto.
Hazen menjelaskan bahwa setelah dikonsumsi, eritritol tidak dimetabolisme dengan baik oleh tubuh dan cenderung terakumulasi dalam darah serta diekskresikan melalui urine.
Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) mengklasifikasikan eritritol sebagai bahan yang umumnya diakui aman (GRAS), penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa konsumsi eritritol dapat berhubungan dengan peningkatan risiko kardiovaskular.
Temuan ini berlanjut dari studi sebelumnya yang dipimpin Marco Witkowski, juga dari Cleveland Clinic, yang menemukan bahwa kadar eritritol tinggi dalam darah terkait dengan risiko lebih besar terkena kejadian jantung utama.
Dalam penelitian terbaru ini, tim peneliti mengamati efek eritritol pada trombosit pada 20 sukarelawan sehat. Mereka menemukan bahwa kadar eritritol meningkat lebih dari 1.000 kali lipat setelah konsumsi makanan yang mengandung eritritol.
Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam pembentukan bekuan darah, sedangkan konsumsi glukosa atau gula biasa tidak menunjukkan perubahan serupa.
“Penelitian ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan efek langsung dari makanan atau minuman yang dimaniskan dengan eritritol dalam merangsang pembentukan bekuan darah,” kata W. H. Wilson Tang, Direktur Penelitian untuk Gagal Jantung dan Kedokteran Transplantasi Jantung di Cleveland Clinic.
Tang menambahkan bahwa eritritol dan pemanis buatan lainnya harus dievaluasi lebih lanjut untuk potensi efek kesehatan jangka panjang.
Temuan ini juga beresonansi dengan penelitian sebelumnya tentang xylitol, pemanis buatan lain, yang juga menunjukkan efek serupa pada kadar plasma dan agregasi trombosit.
“Dilema ini muncul di tengah kebutuhan untuk mengurangi konsumsi gula, yang juga berisiko bagi kesehatan. Namun, memilih camilan manis dari gula sesekali mungkin lebih baik daripada mengonsumsi produk dengan alkohol gula bagi mereka yang berisiko tinggi terkena trombosis,” kata Hazen.
Menurut Hazen, penting untuk memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi tidak menjadi penyebab tersembunyi penyakit jantung, yang merupakan penyebab utama kematian global.
“Kita harus lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan dan memantau dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan,” tutupnya.











