Beritane.com – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kini menyasar seorang pendeta di Sidoarjo yang bernama Hendrianto Udjari alias Moses Hendry.
Kasus KDRT sekarang ini cukup marak dan menjadi atensi publik. Ada banyak faktor yang menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi.
Salah satu kasus yang menyita sorotan publik adalah oknum pendeta Sidoarjo, Jawa Timur, terlibat kasus KDRT terhadap istrinya Sherly dan viral di media sosial.
Hendrianto Udjari alias Moses Hendry dan juga seorang pendeta langsung menjadi sorotan publik karena terlibat dalam dugaan kekerasan dalam rumah tangga.
Moses Henry akhirnya angkat bicara mengenai tuduhan yang belakangan ini viral di media sosial. Melalui akun YouTube “Mengungkap Kebenaran,” Moses mengklarifikasi isu yang sekarang sedang viral di media sosial.
Judul video “Klarifikasi Tuduhan Kepada Pendeta Hendrianto Udjari.” Dalam video tersebut, Ninayanti, SH., SS., MSi, yang merupakan bagian dari tim kuasa hukum Hendrianto Udjari, menyampaikan bahwa Hendrianto Udjari akan memberikan penjelasan secara langsung mengenai tuduhan yang sedang beredar.
“Kami ingin memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang viral saat ini. Bapak Hendrianto Udjari sendiri akan menjelaskan situasi dari sudut pandangnya,” ujar Ninayanti dalam video tersebut.
Klarifikasi Pendeta Siodarjo Hendrianto Udjari
Pendeta di Sidoarjo, Hendrianto Udjari, dalam video tersebut, menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga, jemaat, kolega, dan masyarakat atas konten yang belakangan ini viral.
“Saya ingin menyampaikan penyesalan yang mendalam atas beredarnya informasi yang tidak akurat dan menyakitkan tentang diri saya. Tuduhan yang beredar telah mencemarkan nama saya dengan narasi yang sangat negatif,” ungkap Hendrianto Udjari.
Hendrianto menjelaskan bahwa masalah ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Ia mengaku telah mendeteksi masalah dalam hubungan dengan Sherly, yang mengaku sebagai istrinya di luar rumah.
Meski demikian, ia bertahan karena ingin melihat perkembangan emosional anak-anak mereka.
“Saya menyadari adanya masalah pada perilaku Sherly, tetapi saya memilih untuk bertahan demi anak-anak dan masa depan keluarga,” tambahnya sembari meneteskan air mata.
Insiden Mobil dan Konfrontasi
Menurut Hendrianto, mobil-mobil yang digunakan Sherly sering mengalami kecelakaan. Ia hanya memperbaiki mobil tersebut tanpa banyak bertanya.
Namun, pada 9 Agustus 2024, Hendrianto diberitahu bahwa mobil Sherly mengalami kerusakan parah akibat tabrakan.
“Saat saya bertanya kepada Sherly tentang kecelakaan tersebut, dia berteriak dan itu memicu emosi saya,” katanya.
Ia mengaku sangat menyesal karena emosinya membuatnya menampar Sherly.
“Saya sangat menyesal atas tindakan saya dan telah meminta maaf kepada Sherly. Setelah kejadian tersebut, saya berusaha memperbaiki situasi dengan menyediakan makanan untuk mereka bertiga,” jelas Hendrianto.
Klaim Penganiayaan dan Ancaman
Hendrianto juga mengungkapkan bahwa pada malam hari setelah kejadian, ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian.
Namun, saat itu ia mengaku dipukuli oleh Sherly, ART, dan anak-anak mereka. “Saya diserang, dijambak, dan ditendang oleh Sherly dan beberapa orang lainnya di depan anak-anak dan ART,” ujarnya.
Keesokan harinya, ia menerima pesan dari Sherly yang menuntut transfer sejumlah uang. “Sherly mengancam akan menyebarluaskan video jika saya tidak mentransfer 20 miliar,” kata Hendrianto.
Dengan adanya klarifikasi ini, Hendrianto berharap masyarakat dapat melihat situasi dari perspektifnya dan menghindari penilaian sepihak.
Itulah penjelasan terbaru dari Moses Henry mengenai tuduhan yang viral. Semoga informasi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang situasi yang sebenarnya.
Pendeta Sidoarjo Hendrianto Udjari Dilaporkan Istrinya atas Dugaan KDRT
Hendrianto Udjari, yang dikenal dengan nama Moses Hendry, berusia 63 tahun, dilaporkan oleh istrinya, Sherly, berusia 45 tahun, ke Polrestabes Surabaya pada 9 Agustus 2024.

Laporan tersebut mengacu pada dugaan pelanggaran Pasal 44 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Kabar mengenai pelaporan ini pertama kali diketahui dari video yang diunggah oleh akun TikTok Cak Sholeh (@sholeh008) pada Jumat (16/8) sore.
Dalam video tersebut, Cak Sholeh, yang dikenal dengan slogan “No Viral No Justice,” mengungkapkan bahwa Sherly telah mencari keadilan setelah mengalami kekerasan rumah tangga selama bertahun-tahun.
Keterangan dari Cak Sholeh
Cak Sholeh menyebutkan bahwa pelaku kekerasan adalah suami Sherly, Hendrianto Udjari, yang merupakan seorang pengacara dan tokoh agama.
Menurutnya, Sherly yang selama ini tidak berani melawan dan melapor ke polisi akhirnya memutuskan untuk merekam kekerasan yang dialaminya secara tersembunyi.
“Kekerasan yang dilakukan Moses terhadap istrinya sangat parah dan sadis, termasuk menggunakan pipa,” ujar Cak Sholeh yang mengklaim telah melihat rekaman video kekerasan tersebut.
Cak Sholeh juga menambahkan bahwa kekerasan tidak hanya menimpa istri, tetapi juga anak-anak mereka. “Anak-anak mereka akan menjadi saksi dari tindakan kekerasan ini,” tegasnya.
Detail Kejadian KDRT
Sherly mengonfirmasi bahwa kejadian kekerasan rumah tangga tersebut terjadi pada 9 Agustus 2024 sekitar pukul 02.00 WIB di rumah mereka di Villa West Wood, Pakuwon City, Surabaya.
“Anak perempuan saya yang berusia 20 tahun serta anak laki-laki saya yang berusia 16 tahun turut menjadi korban. Saya memiliki bukti video mengenai kekerasan ini. Namun, untuk anak laki-laki, tidak ada bukti video karena kekerasan terjadi di teras depan rumah,” jelas Sherly.
Profil Terlapor
Dalam video yang diunggah di TikTok, Cak Sholeh mengungkapkan bahwa Moses Hendry adalah seorang advokat dan pemuka agama. Penelusuran media mengungkap bahwa Hendrianto Udjari merupakan seorang pengacara yang berkantor di Jalan Ponti, Sidoarjo, serta seorang pendeta di AGC Ponti, Sidoarjo.
Demikian informasi mengenai laporan KDRT yang melibatkan Hendrianto Udjari. Penelusuran lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan kebenaran dan detail kasus ini.













