Beritane – Penyerang Timnas Australia, Mitchell Duke, baru-baru ini meminta maaf atas komentar yang dianggap menyinggung tradisi Timnas Indonesia setelah pertandingan.
Melalui akun Instagram-nya, @mitchellduke, Duke yang berusia 33 tahun, mengungkapkan penyesalan dan klarifikasi atas pernyataannya yang dianggap sebagai sindiran.
“Saya ingin meminta maaf atas komentar saya setelah pertandingan. Komentar saya tidak bermaksud untuk meremehkan orang-orang Indonesia. Saya hanya merasa frustrasi dengan hasil pertandingan yang imbang dan tidak tahu bagaimana seharusnya bersikap setelah menang, imbang, atau kalah,” tulis Mitchell Duke di Instagram Stories-nya pada Kamis, 12 September 2024.
Duke, yang bermain untuk klub Machida Zelvia dan berdiri setinggi 186 cm, melanjutkan, “Saya sangat menyesal atas kesalahan saya dan menyampaikannya dengan penuh rasa hormat.”
Apa yang Memicu Permintaan Maaf Mitchell Duke?
Permintaan maaf Mitchell Duke ini muncul setelah ia mengeluarkan komentar yang dianggap tidak sensitif terhadap kebiasaan Timnas Indonesia.
Dalam sebuah video di channel YouTube Football Australia, Duke tampak menyindir Timnas Indonesia dan para suporter yang merayakan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Tanah Airku.”
Duke mengungkapkan ketidakpahamannya terhadap kebiasaan menyanyikan lagu tersebut sebagai bagian dari tradisi setelah pertandingan, baik dalam kemenangan, hasil imbang, maupun kekalahan.
“Mereka (suporter Indonesia dan pemain Timnas Indonesia) bernyanyi seolah-olah baru saja memenangkan pertandingan. Mereka merayakan hasil imbang ini seperti sebuah kemenangan,” ujarnya dalam video yang diunggah di YouTube Football Australia.
Pernyataan Duke memicu reaksi keras dari netizen Indonesia, yang merasa komentar tersebut tidak menghargai kebiasaan mereka.
Merasa tidak ingin memperpanjang masalah, Duke segera meminta maaf dan membatasi kolom komentar di unggahan Instagram-nya untuk menghindari konflik lebih lanjut.
Dengan permintaan maaf tersebut, diharapkan para penggemar Timnas Indonesia dapat menerima klarifikasi dari Duke dan menghentikan serangan terhadap pemain yang lahir di Liverpool, Inggris ini.













