Beritane.com – Manchester United telah resmi merekrut Matthijs de Ligt dari Bayern Munich. Bek berusia 24 tahun ini, yang belakangan menjadi pemain cadangan di Timnas Belanda, diharapkan bisa memberikan kontribusi penting untuk tim.
Matthijs de Ligt, yang sebelumnya baru saja dibeli Bayern Munich pada awal musim 2022/2023, mengejutkan banyak pihak dengan dimasukkan dalam daftar jual.
Die Roten sebelumnya mengakuisisi De Ligt dengan biaya sebesar €50 juta, terdiri dari €45 juta yang dibayar selama tiga tahun dan tambahan €5 juta dalam bentuk bonus.
De Ligt telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan MU, dengan opsi perpanjangan satu musim. Mantan pemain Ajax Amsterdam ini diharapkan segera bergabung dengan tim di Old Trafford.
Secara historis, De Ligt adalah bek yang sangat berbakat. Namun, performanya sedikit menurun selama dua musim di Bayern Munich, yang memicu keputusan klub untuk menjualnya.
Di Bundesliga musim 2023/2024, De Ligt hanya tampil dalam 22 pertandingan, dengan 16 di antaranya sebagai starter. Selain itu, ia tidak tampil sama sekali di Euro 2024 untuk Timnas Belanda.
Apa yang membuat De Ligt menarik meskipun ia sempat menjadi cadangan untuk Stefan de Vrij dan Virgil van Dijk? Menurut WhoScored, ada beberapa atribut penting dari De Ligt yang dapat menjadi aset berharga bagi MU.
Pertama, De Ligt diharapkan cocok dengan filosofi permainan yang diusung oleh Erik ten Hag. Manajer MU memerlukan bek yang mampu melakukan umpan progresif dengan efektif, dan De Ligt dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada musim 2023/2024, tingkat akurasi umpan De Ligt mencapai 94 persen di Bundesliga, lebih tinggi dibandingkan dengan Lisandro Martinez (93 persen), Victor Lindelof (89,5 persen), dan Raphael Varane (89,3 persen).
Dengan kepergian Raphael Varane dan ketidakpastian posisi Harry Maguire di bawah Erik ten Hag, serta kekurangan Lisandro Martinez dalam duel udara—Martinez hanya memenangkan 0,6 duel udara per 90 menit dengan tingkat keberhasilan 44,4 persen—kehadiran De Ligt bisa menjadi solusi.
De Ligt memiliki rasio kemenangan duel udara sebesar 2,7 kali per 90 menit, yang bisa mengatasi kelemahan Martinez dalam aspek tersebut.
Selain itu, De Ligt juga memiliki kemampuan bermain dalam formasi tiga bek, yang memberikan Erik ten Hag fleksibilitas tambahan, termasuk kemungkinan memanfaatkan Leny Yoro di lini belakang.













