Beritane.com – Neuropati diabetik adalah komplikasi umum dari diabetes melitus yang mempengaruhi saraf tepi, sering ditandai dengan gejala seperti kesemutan, nyeri, atau mati rasa.
Untuk mengatasi masalah ini, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) telah melakukan penelitian inovatif menggunakan senyawa bioaktif dari buah anggur merah.
Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan terapi yang lebih efektif dalam menangani neuropati diabetik.
Penelitian ini dilakukan oleh lima mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada, yaitu Puji Kurnellawati dan Adha Fauzi Hendrawan dari Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK), Fauziah Rahma Zora Rustiawan dan Araya Pangastuti dari Fakultas Farmasi, serta M. Syuja Rizqullah dari Sekolah Vokasi. Penelitian ini dipandu oleh Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz., MS. dari Gizi Kesehatan FK-KMK UGM.
Tim ini meneliti potensi resveratrol yang dienkapsulasi dalam Nanostructured Lipid Carrier (NLC) untuk mencegah perkembangan neuropati pada model hewan diabetes melitus (DM).
Puji Kurnellawati menjelaskan bahwa tim menggunakan ekstrak anggur merah untuk mendapatkan resveratrol, yang kemudian dienkapsulasi dalam NLC.
Penelitian ini dilakukan dengan menguji ekstrak pada tikus wistar untuk menilai efektivitas terapi. Pengujian melibatkan pengukuran kadar glukosa darah, respon nyeri, serta analisis ekspresi gen antioksidan dan histologi nervus sciaticus.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan NLC efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dan inflamasi serta meningkatkan fungsi motorik pada tikus model DM,” ungkap Puji dalam keterangannya, Rabu (7/8/2024).
Penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam waktu jingkat kaki, kadar glukosa darah, dan kadar TNF-α di antara kelompok perlakuan.
Temuan ini menunjukkan bahwa NLC tidak hanya meningkatkan bioavailabilitas resveratrol tetapi juga efektif dalam mengurangi gejala neuropati diabetik.
“Pendekatan ini memiliki potensi besar sebagai terapi preventif yang lebih baik bagi penderita diabetes,” tambahnya.
Dengan menggunakan metode enkapsulasi resveratrol dalam NLC, penelitian ini tidak hanya memberikan solusi potensial untuk neuropati diabetik tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan obat dan terapi.
Puji berharap hasil penelitian ini dapat diakses lebih luas dan mendorong diskusi serta kolaborasi lebih lanjut dalam bidang riset obat.
“Temuan ini diharapkan menjadi dasar untuk pengembangan terapi neuropati diabetik yang lebih baik dan membantu meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes,” pungkasnya.
Sumber: Universitas Gadjah Mada









