beritane.com
beritane.com

Infeksi Saluran Kemih pada Bayi dengan Kelainan Bawaan Bisa Berujung pada Gagal Ginjal Kronis

Avatar photo
Infeksi Saluran Kemih Bayi
Ilustrasi seorang dokter sedang melakukan tindakan medis terhadap anak. (Foto: Pexels.com/CDC)

Beritane.com – Infeksi saluran kemih (ISK) pada bayi yang disebabkan oleh kelainan anatomi bawaan dapat berpotensi pada gagal ginjal kronis jika tidak ditangani dengan tepat.

“Beberapa kasus menunjukkan bahwa infeksi saluran kemih yang tidak biasa, terutama yang disebabkan oleh kelainan bawaan, bisa berisiko tinggi menyebabkan penyakit ginjal kronis. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, anak bisa membutuhkan dialisis atau cuci darah di kemudian hari,” kata Dr. Ina Zarlina, seorang dokter spesialis anak.

Menurut Ina, ISK yang kompleks akibat kelainan bawaan merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis pada tahap akhir, atau Chronic Kidney Disease (CKD).

ISK dapat mengganggu proses penyaringan di ginjal, di mana zat racun dari tubuh disaring dan dikeluarkan melalui urin. Jika infeksi mempengaruhi fungsi ini, proses penyaringan pun bisa terganggu.

Kelainan anatomi bawaan pada bayi bisa terjadi akibat infeksi saat dalam kandungan atau faktor genetik dari orang tua.

Salah satu akibatnya adalah hidronefrosis, yang merupakan pembengkakan ginjal akibat penyumbatan aliran urin. Hidronefrosis dapat bervariasi dari ringan hingga berat dan dapat disebabkan oleh penyempitan saluran urin.

Ina juga menjelaskan bahwa selain hidronefrosis, penyebab lain infeksi saluran kemih adalah Vesicoureteral Reflux, yaitu kondisi di mana urin mengalir kembali ke ginjal karena adanya kelainan atau penyempitan dari ureter ke kandung kemih.

“Vesicoureteral Reflux mengakibatkan urin kembali naik ke ginjal, yang seharusnya tidak terjadi,” tambah Ina.

Infeksi saluran kemih yang menyerang saluran kemih atas dapat meninggalkan bekas luka pada ginjal.

Pada wanita dewasa, ini bisa memicu preeklampsia selama kehamilan dan, dalam beberapa tahun ke depan, berpotensi menyebabkan gagal ginjal stadium akhir.

Untuk mendeteksi ISK saluran kemih akibat kelainan bawaan, penting dilakukan pemeriksaan seperti kultur urin atau kateterisasi untuk menentukan jumlah kuman dalam urin. Pengambilan sampel yang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahan dalam diagnosis infeksi saluran kemih.