Beritane.com – Eropa mungkin akan mengalami peningkatan jumlah kasus mpox, sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, yang diimpor dari Afrika akibat penyebaran virus Clade I.
Meski demikian, menurut penilaian terbaru yang dirilis pada Jumat (16/8) oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), kemungkinan terjadinya penularan yang meluas di Eropa tetap sangat rendah.
Pada Kamis (15/8), otoritas kesehatan di Swedia mengonfirmasi kasus mpox pertama di negara tersebut yang disebabkan oleh varian Clade I.
Kasus ini juga tercatat sebagai kasus pertama Clade I yang didiagnosis di luar benua Afrika, seperti yang dilaporkan oleh Badan Kesehatan Masyarakat Swedia.
Namun, Magnus Gisslen, Kepala Epidemiologi Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, menggarisbawahi bahwa varian mpox Clade I saat ini memiliki risiko rendah untuk berkembang menjadi epidemi besar.
Dalam wawancara yang disiarkan pada Jumat, Gisslen menjelaskan bahwa mpox adalah virus yang sudah cukup dipahami dengan langkah-langkah pencegahan yang sudah ada.
Helena Hervious Askling, seorang ahli penyakit menular dan vaksinasi dari Karolinska Institutet, menjelaskan bahwa mpox Clade I berbeda signifikan dari COVID-19.
Berbeda dengan virus corona baru, mpox Clade I tidak menyebar melalui udara dan memerlukan kontak dekat dengan individu yang terinfeksi untuk dapat menular.
Selain itu, vaksin yang efektif juga tersedia. Pasien yang terdiagnosis sebagai kasus pertama mpox Clade I di Swedia dilaporkan dalam kondisi stabil.
Maria Rotzen Ostlund, seorang dokter pengendalian infeksi di Stockholm, menyatakan bahwa penelusuran kontak awal telah berhasil mengendalikan potensi wabah yang lebih luas.
Fokus utama saat ini adalah menangani wabah di Kongo, di mana penyakit ini menyebabkan dampak paling signifikan.
Pada hari yang sama, media Swedia melaporkan bahwa Kelompok Koordinasi Strategis (GSS) pemerintah Swedia akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas implikasi kesehatan terkait mpox.
Kelompok ini, yang melibatkan berbagai kementerian, telah menangani beberapa krisis keamanan dan kesehatan di masa lalu, termasuk pandemi COVID-19.
Niklas Arnberg, profesor virologi di Universitas Umea, menekankan pentingnya penelitian dan pengembangan pengetahuan lebih lanjut meskipun risiko pandemi saat ini rendah.
Meskipun pengalaman dari pandemi COVID-19 sangat berharga, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman dan alat untuk mengelola potensi ancaman pandemi di masa depan.













