Beritane.com – Dokter Spesialis Anak dari Eka Hospital BSD Tangerang, Arnold Soetarso, memperingatkan bahwa penundaan atau pengabaian imunisasi pada anak dapat membawa risiko kesehatan yang serius.
“Anak yang tidak mendapatkan imunisasi akan lebih rentan terhadap infeksi penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Selain itu, penundaan imunisasi dapat merusak kekebalan kelompok, yang memungkinkan penyakit untuk menyebar kembali,” jelas Arnold di Tangerang, Banten, pada Senin.
Arnold menekankan bahwa imunisasi adalah prosedur esensial untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Imunisasi bekerja dengan melatih tubuh anak untuk memproduksi antibodi yang dapat melawan patogen penyebab penyakit.
Imunisasi melibatkan pemberian vaksin, yang merupakan mikroorganisme—baik virus atau bakteri—yang telah dilemahkan atau dimatikan. Meskipun tidak menyebabkan penyakit, vaksin cukup kuat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dan memicu produksi antibodi.
Manfaat dari imunisasi sangat besar, termasuk pencegahan penyakit serius seperti polio, campak, rubella, difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi juga dapat mengurangi angka kematian, mencegah penyebaran penyakit, serta membentuk kekebalan kelompok.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menetapkan jadwal imunisasi dasar yang harus diberikan kepada anak-anak. Beberapa jenis vaksin yang termasuk dalam jadwal ini antara lain:
- BCG: Untuk mencegah tuberkulosis.
- Hepatitis B: Untuk mencegah hepatitis B.
- DPT: Untuk mencegah difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
- Polio: Untuk mencegah polio.
- Hib: Untuk mencegah infeksi Hib yang dapat menyebabkan meningitis, pneumonia, dan sepsis.
- MMR (Campak, Gondongan, Rubella): Untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella.
“Dengan memberikan imunisasi lengkap kepada anak, orang tua memberikan perlindungan terbaik untuk masa depan anak mereka,” tambah Arnold Soetarso.
