beritane.com
beritane.com

Cegah Masuknya Virus Mpox, Kemenkes Perketat Pemeriksaan Kesehatan WNA

Avatar photo
Virus Mpox Indonesia

Beritane.com – Dalam rangka mencegah penyebaran virus Mpox, Kemenkes perketat pemeriksaan kesehatan untuk warga negara asing yang datang ke Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia kini memperketat prosedur pemeriksaan kesehatan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia, termasuk mereka yang merupakan tamu undangan negara.

Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus cacar monyet atau Mpox.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Yudhi Pramono, mengungkapkan bahwa langkah ini melibatkan penggunaan kuesioner bagi WNA yang masuk ke Indonesia.

Kuesioner tersebut akan mencakup informasi mengenai riwayat kesehatan, kontak aktivitas, dan tujuan perjalanan terbaru.

“Melalui kuesioner ini, kami dapat mengumpulkan data penting mengenai WNA, yang akan membantu kami mempersiapkan tindakan jika diperlukan.”

“Apabila ada indikasi masalah kesehatan, kami akan merekomendasikan agar mereka tidak melanjutkan perjalanan,” kata Yudhi dikutip pada, Senin (19/8/2024)

Yudhi juga menekankan pentingnya surveilans yang lebih ketat sebagai respons terhadap peningkatan kasus Mpox, khususnya di Republik Demokratik Kongo yang mencapai 2.999 kasus tahun ini.

Peningkatan kasus ini dikaitkan dengan clade Mpox 1b, yang umumnya ditularkan melalui kontak seksual dan memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan clade 2b.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan status kegawatdaruratan kesehatan global terkait Mpox pada 14 Agustus 2024.

WHO menyarankan agar tidak ada pembatasan perjalanan internasional, dan vaksinasi belum menjadi prioritas utama, sehingga Kemenkes menilai perlu adanya penguatan pengawasan terhadap pengunjung internasional.

“Dengan masa inkubasi yang bisa mencapai 34 hari, kewaspadaan di pintu masuk negara sangat penting,” tambah Yudhi.

Berdasarkan data Kemenkes, kasus Mpox di Indonesia menunjukkan penurunan pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

Selama periode Januari hingga Agustus 2024, tercatat 14 kasus konfirmasi dan 74 kasus suspek discarded. Sementara pada tahun 2023, terdapat 73 kasus konfirmasi dan 240 kasus suspek discarded.

“Kasus yang terkonfirmasi berasal dari clade IIb, yang memiliki tingkat fatalitas lebih rendah. Kami berusaha keras untuk mencegah masuknya clade 1b ke Indonesia,” pungkas Yudhi Pramono.