Beritane.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan pengiriman 106 kilogram narkoba jenis sabu dengan tujuan Australia.
Kapal yang mengangkut 106 kilogram narkoba jenis sabu tersebut diberhentikan oleh Bea Cukai Indonesia yang sedang berlayar dari Singapura menuju Brisbane, Australia.
Para penyelundup 106 kilogram narkoba ini berencana untuk berlayar melintasi Indonesia, mengisi bahan bakar di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Dili di Timor Leste.
Selanjutnya mereka akan memasuki negara bagian Queensland dengan singgah di Townsville, sebelum akhirnya tiba di Brisbane, Australia.
106 Kilogram Narkoba Senilai Rp451 Miliar Tujuan Australia
Kepala BNN, Martinus Hukom memperlihatkan barang bukti 106 kilogram narkoba kepada wartawan serta tiga tersangka yang diketahui berasal dari negara India.
Martinus menyatakan, para tersangka akan ditangani berdasarkan Undang-Undang Anti-Narkotika tahun 2009 yang hukuman maksimalnya adalah hukuman mati.
“Operasi ini bisa menyelamatkan 212.000 orang dari potensi mengonsumsi narkotika, apalagi pelaut Indonesia yang mungkin tertipu saat mengangkutnya,” ujar Martinus, Minggu (21/7/2024).
Dia juga mengatakan jika dengan adanya penemuan tersebut, jaringan narkoba internasional di kawasan ini masih kuat.
Terlebih dengan dukungan finansial yang besar dan kemampuan mengirimkan narkotika melalui laut antar negara bahkan benua.
Martinus menambahkan, meski jumlah narkoba yang disita relatif kecil, operasi ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa penegakan hukum di Indonesia tidak boleh diremehkan.
Sabu yang disita memiliki potensi nilai pasar sebesar 50 juta dollar Australia atau sekitar Rp 540,73 miliar.
Namun, Martinus menolak menjawab pertanyaan tentang sumber informasi yang mengarah pada penangkapan tersebut.
“Saya tidak akan menjawab secara spesifik karena ini masalah intelijen. Kami membangun jaringan intelijen dengan masyarakat lokal dan juga dengan penegak hukum di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura untuk melindungi wilayah kami dari ancaman narkotika,” ujarnya seperti dilaporkan Kompas.
BNN juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan Polisi Federal Australia (AFP), tetapi informasi yang mengarah pada penangkapan tersebut bukan berasal dari pihak Australia.
Juru bicara AFP menolak berkomentar mengenai kasus ini. Warga Australia dikenal sebagai salah satu pengguna sabu per kapita terbesar di dunia dan rela membayar harga tertinggi untuk narkoba tersebut.
Meskipun asal obat-obatan tersebut belum jelas, Myanmar sempat disebut-sebut sebagai pemasok utama setelah negara tersebut mengalami kudeta tiga tahun lalu, yang kemudian menjadi pusat penipuan dan kejahatan terorganisasi.
