Beritane.com – Bendungan Pleret Semarang, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial setelah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk wahana seluncuran.
Bendungan Pleret Banjir Kanal Barat (BKB) di Semarang beberapa hari ini tengah ramai digunakan puluhan remaja dan anak-anak untuk dijadikan arena surfing.
Bendungan pleret Semarang awalnya dibuat untuk prasarana pengendalian banjir, kini di sulap menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.
Sontak aksi ini mejadi viral di media sosial sehingga banyak warga yang penasaran dan ingin menyaksikan langsung keseruan menikmati keindahan dari bendungan pleret Semarang tersebut.
Bendungan Pleret Semarang digunakan berseluncur sebab kondisi aliran air bendungan saat ini tidak terlalu deras, hanya sebatas membasahi permukaan bendungan yang miring.
Namun, dibalik keseruan kegiatan tersebut ternyata menaruh bahaya besar yang bisa terjadi, seperti minimnya keamanan sebab kawasan tersebut memang bukan sebagai tempat wisata.
Salah satu petugas bendungan yakni Bayu mengatakan, lokasi tersebut memiliki dua zona, yakni zona umum yaitu fasilitas taman yang diperuntukan bagi warga dan zona khusus yaitu bendungan dan pintu air yang sudah diberi papan tanda larangan namun dihiraukan.
“Kita sudah kunci semua akses ke sana, kita gembok, tapi ada yang lewat dari zona umum itu, lewat bawah, ada yang mlipir-mlipir (berjalan lewat pinggir), sejak viral yang datang banyak sekali susah untuk ngasih taunya,” katanya.
Bayu juga mengatakan bahwa potensi bahaya bermain di Bendungan Pleret cukup besar terlebih lagi jika kawasan tersebut sedang hujan deras, air bah bisa kapan saja datang.
“Bahaya jika ada air bah datang dari atas, memang biasanya ada pertanda air berubah jadi warna coklat, tapi kan tidak semua menyadarinya,” ujar Bayu petugas Bendungan, seperti dalam berita Radar Semarang.
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanannya dan memastikan sistem peringatan dini berjalan dengan baik untuk mencegah bahaya.
“Saat ini memang masih viral terkait surfing Bendungan Pleret di BKB itu. Memang jadi suatu keunikan, karena kebetulan airnya itu sedang surut. Tetapi kami harapkan tetap waspada, karena ada kekhawatiran kalau terjadi air bah,” ujar Mbak Ita (16/7).
Mba Ita juga mengatakan akan berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca sebagai himbauan jika munculnya debit air tinggi di Bendungan Pleret, bukan hanya itu, sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) akan memantau debit air dan dipastikan berjalan dengan baik.
Kami juga minta DPU untuk melihat dan mengecek EWS (Early Warning System) yang terpasang. Nanti akan ada semacam sinyal warning kalau terjadi kiriman air lebih besar, agar anak-anak bisa waspada juga,” ujar Mbak Ita.
