Beritane.com – Baru-baru ini muncul istilah “Audrey Davis Viral 6 Menit Twitter” digunakan warganet untuk mencari video berdurasi 6 menit di Twitter.
Audrey Davis Viral 6 Menit Twitter merupakan kata kunci paling populer di internet karena digunakan warganet untuk mencari video milik Audrey Davis.
Kendati kurang bermanfaat dan tidak mendidik, namun warganet banyak yang tertarik mengakses kata kunci “Audrey Davis Viral 6 Menit Twitter” tersebut.
Setelah melalui serangkaian 39 pertanyaan dari penyidik, Audrey Davis akhirnya mengakui bahwa ia adalah wanita yang terlihat dalam video viral yang sempat ramai dibicarakan di media sosial.
Selama pemeriksaan, Audrey Davis ditanya mengenai video yang beredar luas di media sosial, yang dikomersilkan oleh dua pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Audrey mengonfirmasi bahwa dirinya adalah sosok wanita dalam video tersebut. Namun, status hukumnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Video yang tersebar di media sosial tersebut telah diunggah melalui beberapa link, namun tidak semua link menampilkan video yang sama dengan yang diperankan oleh Audrey.
Penyidik telah berhasil mengidentifikasi dua pelaku utama yang pertama kali menyebarkan link video asli tersebut, yakni MRS (22) dari Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, dan JE (35) dari Nanggalo, Padang, Sumatera Barat.
Identitas keduanya terungkap setelah penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Isu ini menghebohkan jagat maya setelah video yang diduga melibatkan Audrey, putri dari publik figur David Bayu, tersebar luas.
Video tersebut menunjukkan wanita yang diduga Audrey terlibat dalam adegan tidak senonoh, dengan banyak netizen memperhatikan kemiripan fisik, termasuk tanda khusus seperti tahi lalat di wajahnya.
Walaupun banyak yang mencurigai keaslian video tersebut, belum ada pakar yang secara definitif membuktikan keasliannya.
Beberapa netizen menilai kemiripan antara video dan foto mencapai 90%, terutama karena tato yang identik dengan posisi yang sama.
Pakar telematika Roy Suryo menanggapi isu ini dengan menyarankan agar dilakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi keaslian video tersebut.
Menurut Roy Suryo, meskipun terdapat kemiripan antara video dan foto yang beredar, proses verifikasi harus dilakukan dengan cermat menggunakan teknologi face recognition dan metode pencocokan matriks.
Sementara itu, di tengah ramainya isu ini, banyak netizen yang terus mencari link video tersebut dan meminta bukti keaslian dari pihak yang terkait.
“Untuk membuktikan kebenaran, kirimkan ke kami informasi terkait video tersebut,” tulis salah satu netizen, Ikram, dalam komentarnya di media sosial.
