Beritane.com – Angin kencang yang melanda Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, pada Kamis (18/7/2024) sore hari, mengakibatkan puluhan warung roboh.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat kerusakan akibat angin kencang tersebut cukup parah. Puluhan bangunan warung yang berada di pinggir Jalan Eks Exxonmobil hancur porak poranda.
Tak hanya warung, beberapa bangunan sekolah seperti SMK Tanah Luas juga mengalami kerusakan parah, dengan sebagian bangunan roboh, atap terlepas, dan plafon ambrol.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Angin Kencang Simpang Rangkaya Bikin Ratusan Bangunan Rusak
Informasi seperti dikutip dari Waspada Aceh di lokasi kejadian menyebutkan, insiden angin badai terjadi sekitar pukul 16.40 WIB saat hujan deras.
Angin badai yang menyertai hujan selama lebih dari 1 jam menyebabkan kerusakan pada ratusan bangunan rumah, kafe, kios, dan warung yang tersebar di 18 desa dalam Kecamatan Tanah Luas.
Menurut Plt Camat Tanah Luas, Bakhtiar, sekitar 150 bangunan dilaporkan rusak, dengan kerusakan parah terkonsentrasi di warung dan kios di kawasan Gampong Ampeh.
“Bangunan pedagang tersebut porak-poranda,” kata Bakhtiar.
Bakhtiar menambahkan, warga yang rumahnya tertimpa pohon dan atapnya diterbangkan angin, sebagian mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat.
Pihak kecamatan akan terus memperbarui data terbaru terkait jumlah korban dan kerusakan. “Untuk kerugian material ditaksirkan mencapai Rp3 miliar,” jelas Bakhtiar, Jumat (19/7/2024).
“Kami dari kecamatan masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan masa panik kepada para korban.”
Pj Bupati Tinjau Lokasi Bencana
Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, pada Kamis malam (18/7/2024) mengunjungi lokasi korban angin kencang di Simpang Rangkaya.
Kunjungan Pj Bupati disambut langsung oleh unsur Muspika kecamatan setempat, tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), tim dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, serta petugas TNI dan kepolisian.
Pihak terkait masih terus melakukan pendataan jumlah korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh angin kencang tersebut. Bantuan masa panik berupa sembako, makanan siap saji, tenda, dan terpal telah disalurkan kepada para korban.
Pemerintah daerah juga menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja.
