Analisa Pertarungan Empat Pembalap Ducati di MotoGP Aragon 2024

Pembalap Ducati

Beritane.com – Empat pembalap Ducati diperkirakan akan menjadi pusat perhatian penggemar balap motor dalam seri ke-12 di MotoGP Aragon 2024.

Mereka adalah Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini dari pabrikan Ducati Lenovo, Jorge Martin dari Tim Satelit Ducati Prima Pramac Racing dan Marc Marquez dari Gresini.

Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo yang telah menunjukkan performa dominan di seri sebelumnya, mengakui bahwa meraih kemenangan kembali tidak akan mudah.

Dia menyebutkan bahwa tiga pembalap Ducati lainnya juga memiliki peluang besar untuk memenangkan balapan.

Tiga pembalap Ducati yang dimaksud adalah Enea Bastianini, rekan setim Bagnaia, Marc Marquez dari Gresini Racing, dan Jorge Martin dari Prima Pramac Racing.

Bagnaia, Martin, Bastianini, dan Marquez kini dianggap sebagai “fantastic four” di dunia MotoGP karena mereka menguasai kompetisi untuk posisi podium dengan motor Ducati yang mereka kendarai.

Bagnaia menyadari bahwa persaingan di Aragon akan sangat ketat.

“Enea menang di sini terakhir kali, saya juga pernah menang di 2021, dan Marc sudah enam kali menang di sirkuit ini. Jorge selalu cepat, jadi balapan ini pasti akan menarik,” ungkap Bagnaia, dikutip pada Jumat (30/8).

Sang juara bertahan MotoGP menambahkan bahwa Aragon sangat sesuai dengan karakter motor Ducati. Sirkuit ini memiliki dua trek lurus panjang yang mengarah ke tikungan terakhir, yang cocok dengan tenaga besar dari motor Desmosedici.

Namun, Bagnaia juga percaya diri dengan kemampuannya mengatasi serangkaian tikungan cepat yang mendominasi sisa lintasan.

Bagnaia selalu terlibat dalam persaingan ketat di MotoGP Aragon. Pada 2021, dia mencetak kemenangan pertamanya di sirkuit tersebut dengan mengalahkan Marc Marquez. Pada musim berikutnya, dia harus puas sebagai runner-up setelah Enea Bastianini merebut kemenangan.

“Saya memperkirakan balapan akhir pekan ini akan sangat sengit. Tidak akan mudah untuk memenangkan balapan dengan selisih yang besar seperti di GP Belanda, GP Jerman, dan GP Austria,” kata Bagnaia.

Enea Bastianini, yang merupakan pemenang terakhir di Aragon, sepakat bahwa persaingan akan sangat ketat. Dia juga mencatat bahwa aspal baru di sirkuit bisa mempengaruhi strategi balap.

“Kami harus mencoba semua tipe ban karena ada tiga jenis untuk ban belakang dan tiga untuk depan,” jelas Bastianini.

Marc Marquez, setelah lebih dari 1000 hari tanpa kemenangan di MotoGP, berambisi untuk mengakhiri pacekliknya di Aragon. Marquez, yang merupakan pembalap tersukses di sirkuit ini sejak memasuki kalender MotoGP pada 2010, berharap untuk kembali meraih kemenangan.

“Mentalitas saya tidak berubah. Saya ingin menang, dan saya sekarang tahu lebih banyak cara untuk mencapai kemenangan dibandingkan tahun 2021,” kata Marquez.

Bagnaia juga mengingat pertarungan sengit melawan Marquez pada 2021 dan berharap untuk menghadapi persaingan serupa di akhir pekan ini.

“Jika balapan di 2021 terjadi sekarang, saya akan mencoba untuk mengelola jarak lebih baik untuk memiliki margin lebih besar antara saya dan Marc,” ungkap Bagnaia.

Sementara itu, Jorge Martin yang belum pernah menang di MotoGP Aragon tetap optimistis. Dia percaya bahwa penampilan konsisten di setiap balapan akan menjadi kunci untuk meraih kemenangan pertamanya di sirkuit ini.

“Aragon adalah sirkuit yang sulit. Ketiga pembalap lainnya sudah pernah menang di sini di MotoGP, sedangkan saya hanya pernah menang di Moto3. Saya berharap bisa mengatasi tantangan ini dan meraih kemenangan,” kata Martin.

Exit mobile version