Beritane.com – Alice Guo, mantan walikota Filipina yang menjadi buronan internasional, akhirnya ditangkap di Indonesia setelah beberapa minggu melarikan diri.
Alice Guo, yang dicari pihak berwenang Filipina sejak Juli lalu, dituduh terlibat dalam aktivitas mata-mata untuk China dan melindungi operasi kasino daring ilegal serta pusat penipuan di kota kelahirannya, Bamban.
Penangkapan dan Alasan Cerai
Alice Guo, yang telah diburu di beberapa negara, ditangkap di perbatasan barat Jakarta pada Selasa, 3 September 2024.
Menurut laporan, Guo melarikan diri melalui beberapa negara, termasuk Malaysia dan Singapura, sebelum akhirnya tertangkap di Indonesia.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengonfirmasi bahwa Guo akan dipulangkan ke Filipina, kemungkinan paling cepat pada hari Rabu mendatang.
Dalam pernyataannya, Marcos menyebut penangkapan Guo sebagai “peringatan bagi mereka yang berusaha menghindari keadilan.” Marcos juga menegaskan bahwa hukum tidak akan pernah berhenti mengejar pelaku kejahatan.
Kasus Penipuan dan Aktivitas Ilegal
Kasus Guo mencuat setelah pihak berwenang Filipina menemukan sebuah pusat penipuan besar di Bamban pada bulan Maret.
Pusat ini beroperasi di bawah kedok kasino daring yang dikenal sebagai Operasi Permainan Daring Filipina (Pogo), yang melayani klien dari Tiongkok, tempat perjudian dilarang.
Penyelidikan mengungkap bahwa Pogos sering digunakan sebagai sampul untuk kejahatan terorganisasi, termasuk perdagangan manusia.
Pemerintahan sebelumnya di bawah Rodrigo Duterte menyetujui operasi Pogo, tetapi Presiden Marcos telah membalikkan kebijakan tersebut dan memerangi kejahatan terkait Pogo sejak menjabat pada tahun 2022.
Selama penggerebekan di kota Guo, hampir 700 pekerja diselamatkan, termasuk 202 warga negara Tiongkok dan 73 orang asing yang dipaksa berpura-pura sebagai pasangan daring.
Kontroversi dan Pengunduran Diri
Kasus Guo memicu kontroversi besar di Filipina, terutama setelah ia menolak menghadiri beberapa sidang di Senat, yang akhirnya memerintahkan penangkapannya.
Guo, yang pada awalnya terpilih sebagai walikota dengan pencalonan pertamanya, sering kali memberikan jawaban yang tidak memuaskan mengenai asal-usul dan keterlibatannya dalam skandal tersebut.
Pengunduran dirinya dari jabatannya disertai dengan tuduhan bahwa ia mungkin merupakan “aset” atau mata-mata Tiongkok.
Setelah kepergiannya, paspor Filipina miliknya dibatalkan dan Marcos memperingatkan akan ada konsekuensi serius bagi mereka yang terlibat dalam korupsi yang merusak sistem peradilan dan mengikis kepercayaan publik.
Penangkapan Alice Guo menandai akhir dari pelarian panjang dan menegaskan komitmen Filipina dalam memerangi kejahatan terorganisasi dan korupsi.
Kasus ini juga menunjukkan ketegangan yang terus berkembang antara Filipina dan China terkait isu-isu di Laut Cina Selatan. Sementara itu, publik Filipina dan internasional menantikan perkembangan selanjutnya dalam kasus ini.
