5 Tersangka Ditangkap Terkait Kematian Matthew Perry: Asisten Pribadi dan Dokter Terlibat

Kematian Matthew Perry

Beritane.com – Sebanyak lima orang telah ditangkap dalam penyelidikan yang berkaitan dengan kematian aktor Matthew Perry, terkenal dari serial TV “Friends.”

Penangkapan ini mencakup asisten pribadi Perry, Kenneth Iwamasa, serta dua dokter, Dr. Mark Chavez dan Dr. Salvador Plasencia.

Selain itu, Jasveen Sangha, yang dikenal sebagai ‘Ratu Ketamin,’ juga turut ditangkap.

Otoritas federal Amerika Serikat mengungkapkan bahwa penyelidikan ini telah mengidentifikasi sebuah “jaringan kriminal luas” yang diduga memanfaatkan masalah kecanduan Perry untuk keuntungan pribadi.

Matthew Perry ditemukan meninggal di kediamannya di Los Angeles pada 28 Oktober 2023 pada usia 54 tahun. Menurut laporan otopsi, kematiannya disebabkan oleh efek akut ketamin, dengan tenggelam sebagai faktor tambahan. Otopsi menegaskan bahwa kematian Perry adalah tidak disengaja.

Penyelidikan kriminal yang dimulai pada Mei 2024 ini melibatkan kerja sama antara pihak kepolisian dan otoritas federal untuk mengidentifikasi sumber ketamin yang dikonsumsi Perry.

Hasilnya, lima tersangka telah didakwa dengan berbagai tuduhan terkait distribusi ketamin.

Jasveen Sangha menghadapi dakwaan termasuk konspirasi untuk mendistribusikan ketamin, menjaga tempat untuk kegiatan narkoba, dan beberapa dakwaan terkait kepemilikan dan distribusi ketamin serta metamfetamin.

Dr. Salvador Plasencia dikenai dakwaan serupa, termasuk konspirasi dan distribusi ketamin, serta pengubahan dokumen.

Erik Fleming mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi dan distribusi ketamin yang mengakibatkan kematian Perry, menyatakan bahwa dia memperoleh obat tersebut dari Sangha dan mendistribusikannya ke Iwamasa.

Iwamasa juga mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi dan menyuntik Perry dengan ketamin tanpa pelatihan yang memadai.

Dr. Mark Chavez mengaku bersalah atas konspirasi untuk mendistribusikan ketamin dan mengakui menjual obat tersebut ke Plasencia.

Penyelidikan mengungkap bahwa Perry membeli 20 botol ketamin senilai 55.000 dolar (sekitar Rp 863 juta), dan ditemukan pesan dari Plasencia yang menunjukkan keinginan untuk menjadi “penyuplai utama” bagi Perry.

Jaksa AS Martin Estrada menyatakan bahwa pihak berwenang telah menemukan “pusat penjualan narkoba” dengan 80 botol ketamin serta kokain dan pil lain.

Mereka juga mengidentifikasi penggunaan bahasa kode oleh para terdakwa untuk merujuk pada zat ilegal. Kepala Polisi Los Angeles, Dominic Choi, mengapresiasi kerja sama dari semua pihak yang terlibat dalam penyelidikan, menegaskan bahwa tidak ada yang terlepas dari hukum, tidak peduli latar belakang atau status sosial.

Anne Milgram, kepala Badan Pengawasan Narkoba, menyoroti bagaimana kecanduan Perry dimanfaatkan oleh pedagang narkoba seperti Sangha.

Milgram menambahkan bahwa keputusasaan Perry tidak ditanggapi dengan bantuan yang tepat, melainkan dengan eksploitasi.

Pada saat kematiannya, Perry sedang menjalani terapi infus ketamin untuk mengatasi berbagai masalah mental, termasuk depresi dan kecanduan.

Namun, terapi ini dilaporkan selesai lebih dari seminggu sebelum kematiannya, dan otopsi menunjukkan bahwa ketamin dalam sistemnya tidak mungkin berasal dari terapi infus tersebut, karena waktu paruh ketamin adalah tiga hingga empat jam.

Sebelumnya, pada Juni 2024, LAPD telah menyatakan bahwa “banyak orang” mungkin akan diadili terkait dengan kematian Perry, dengan media juga mengaitkan dua selebriti wanita dengan kasus tersebut.

Exit mobile version