350 Peserta Meriahkan Harganas 2024 di Dumai

350 Peserta Meriahkan Harganas 2024 Dumai

Beritane.com – Sebanyak 350 peserta turut meriahkan perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tahun 2024 di Lapangan Bukit Gelanggang Dumai.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 350 peserta ini terdiri dari, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Forum Genre Kota Dumai, IPKB, PKB/PLKB, PIK-R, serta Kader Poktan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga dan Kader IMP Bangga Kencana.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Dumai, Elywarti, mengungkapkan bahwa Dumai berhasil meraih sejumlah penghargaan pada Harganas ke-31 tahun ini, baik di tingkat nasional maupun provinsi.

Kota Dumai mendapatkan empat penghargaan di tingkat nasional dan dua belas penghargaan di tingkat provinsi.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras kita dan akan terus kita pertahankan serta tingkatkan,” ungkap Elywarti.

Ia juga menekankan pentingnya persiapan yang matang dari semua kader untuk mencapai target tersebut.

Peringatan Harganas kali ini bertema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas” dan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, H. Yusrizal, SSos, MSi.

Selama acara, Rudi Arif, Manager ECSR North PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), juga dianugerahi sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

Rudi Arif memberikan simbolis bantuan yang mencakup tiga paket Makanan Pendamping ASI (PMT) untuk balita, tiga paket PMT untuk ibu hamil, dan satu paket dukungan peralatan posyandu.

Elywarti menambahkan, “Tujuan utama dari pelaksanaan acara ini adalah untuk mengoptimalkan sinergi Gerak dan Langkah Keluarga dalam menyatukan program Bangga Kencana dan percepatan penanganan stunting di Kota Dumai.”

Tema Harganas 2024: Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas

Setiap tanggal 29 Juni, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan tema tahun ini “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas.”

Harganas bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran keluarga sebagai kekuatan utama dalam pembangunan bangsa dan negara.

Keluarga diharapkan dapat menjadi sumber kehidupan, pemeliharaan, dan penguatan yang mampu menghadapi berbagai tantangan. Melalui kekuatan ini, keluarga berperan sebagai benteng dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul.

Penetapan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional mendapatkan legalitas pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014. Meskipun tidak menjadi hari libur, hari tersebut dirayakan untuk mengapresiasi peran keluarga.

Gagasan Hari Keluarga Nasional dipelopori oleh Prof. Dr. Haryono Suyono, yang merupakan Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada era Presiden Soeharto.

Haryono Suyono mengajukan tiga poin penting kepada Presiden Soeharto: mewarisi semangat perjuangan bangsa, mengakui pentingnya keluarga untuk kesejahteraan bangsa, dan mendorong keluarga untuk bekerja keras serta berkembang menuju kesejahteraan.

Presiden Soeharto menyetujui gagasan tersebut, dan Hari Keluarga Nasional pun diresmikan pada 29 Juni. Pemilihan tanggal ini memiliki makna sejarah, di mana pada tanggal tersebut Tentara Republik Indonesia (TRI) yang sedang berjuang melawan penjajah, kembali ke keluarga masing-masing di Yogyakarta.

Selain itu, 29 Juni 1970 menandai puncak semangat gerakan Keluarga Berencana (KB) dan menjadi pengganti peringatan Hari Pertasikencana (Pertanian, Koperasi, Keluarga Berencana) yang sebelumnya dirayakan.

Sejak 2014, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional telah menjadi pelopor peringatan Hari Keluarga Nasional, yang secara resmi dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 29 Juni 1993 di Provinsi Lampung.

Peringatan ini bertujuan untuk menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dalam memperkuat ketahanan nasional dan mewujudkan persatuan bangsa, sebagai fondasi utama dalam pembangunan negara.

Exit mobile version