3 Tips Mengatasi Gangguan Konsentrasi Anak Generasi Alpha

Gangguan Konsentrasi Anak Generasi Alpha
Tips Mengatasi Gangguan Konsentrasi Anak Generasi Alpha. (Foto: Pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Beritane.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan dalam mendidik anak-anak, khususnya Generasi Alpha, semakin kompleks.

Anak-anak dari generasi ini, yang kebanyakan adalah anak-anak dari generasi milenial, kini memiliki akses informasi yang sangat luas, namun hal ini juga membawa dampak pada rentang konsentrasi mereka.

Psikolog Pendidikan, Kara Handali, M.Psi, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dapat menyebabkan gangguan konsentrasi pada anak-anak Generasi Alpha.

Menurut Kara, faktor-faktor seperti stres selama kehamilan dapat memengaruhi kemampuan anak untuk fokus, namun perkembangan teknologi dan penggunaan gadget juga berperan besar.

“Gangguan konsentrasi bisa berasal dari faktor genetik atau lingkungan, termasuk stres selama kehamilan. Namun, faktor teknologi, seperti terlalu banyak screen time, juga berkontribusi besar,” ungkap Kara saat ditemui pada acara pembukaan EduALL Junior baru-baru ini.

Kara menjelaskan bahwa terlalu sering menggunakan perangkat digital membuat anak-anak terbiasa dengan informasi yang cepat dan tidak sabar, yang dapat mengganggu kemampuan mereka untuk fokus.

“Screen time yang berlebihan membuat otak anak tidak berlatih untuk menunggu atau berkonsentrasi, sehingga mereka mudah terdistraksi,” lanjutnya.

Tips Mengatasi Gangguan Konsentrasi Generasi Generasi Alpha

Untuk membantu anak-anak mengatasi gangguan konsentrasi, Kara menyarankan tiga langkah praktis sebagai berikut:

1. Batasi Screen Time

Kara merekomendasikan agar penggunaan gadget disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, anak usia 0 hingga 2 tahun sebaiknya tidak terpapar screen time sama sekali.

Untuk anak usia sekolah dasar, batasi screen time antara 30 menit hingga 1 jam, dan sesuaikan lagi untuk usia remaja.

2. Fokuskan pada Satu Aktivitas dalam Satu Waktu

Banyak orang tua yang menggunakan gadget sebagai solusi saat anak-anak mereka rewel, terutama saat makan.

Kara menyarankan agar kebiasaan ini dihindari, karena makan sambil menonton membuat anak sulit untuk fokus pada aktivitas yang sedang dilakukan.

3. Perbanyak Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik membantu anak-anak mengembangkan keterampilan motorik kasar dan struktur tubuh yang mendukung postur yang baik.

“Aktivitas seperti berlari, melompat, atau memanjat membantu memperkuat otot dan postur tubuh anak, yang penting untuk konsentrasi. Anak-anak yang hanya diam dan bermain gadget akan kesulitan untuk fokus,” jelas Kara.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan anak-anak dapat mengatasi gangguan konsentrasi dan lebih fokus pada berbagai aktivitas mereka.

Exit mobile version