Beritane.com – Dasa Darma Pramuka terdiri dari sepuluh prinsip dasar yang berfungsi sebagai pedoman untuk perilaku dan sikap anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan, prinsip-prinsip ini dapat menjadi acuan penting yang wajib dipegang oleh setiap anggotanya. Penasaran apa saja isi dasa Darma Pramuka? Ini ulasan lengkapnya.
Daftar Isi Dasa Darma Pramuka 1-10
Dikutip dari buku “Panduan Wajib Pramuka Superlengkap,” berikut adalah rincian dari setiap butir Dasa Darma Pramuka:
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Poin pertama mengajarkan untuk menjalankan ibadah dan mematuhi perintah Tuhan, serta menjauhi larangan-Nya.
2. Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia
Prinsip ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan bantuan serta penghormatan kepada sesama tanpa membedakan.
3. Patriot yang Sopan dan Ksatria
Anggota diharapkan menghormati orang tua, berani mengakui kesalahan, dan berpartisipasi dalam kegiatan bela negara.
4. Patuh dan Suka Bermusyawarah
Mematuhi orang tua, guru, dan pembina Pramuka sambil menyelesaikan tugas dengan baik dan berusaha mencapai mufakat dalam musyawarah.
5. Rela Menolong dan Tabah
Menolong mereka yang membutuhkan dan menunjukkan ketabahan dalam menghadapi kesulitan.
6. Rajin, Terampil, dan Gembira
Menerapkan kebiasaan menyusun jadwal harian, tidak bolos sekolah atau latihan Pramuka, dan selalu bersikap riang gembira.
7. Hemat, Cermat, dan Bersahaja
Hidup dengan hemat, menabung secara rajin, dan menjalani hidup yang sederhana tanpa berlebihan.
8. Disiplin, Berani, dan Setia
Menjadi tepat waktu, mendahulukan kewajiban, dan berani dalam mengambil keputusan dengan penuh kesetiaan.
9. Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya
Memegang amanah dengan penuh tanggung jawab, dapat diandalkan, dan selalu jujur.
10. Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan
Berpikiran positif, menghargai pendapat orang lain, dan menjaga ucapan serta tindakan agar sesuai dengan norma kehidupan masyarakat.
Arti Dasa Darma Pramuka
“Dasa Darma” berasal dari bahasa Sanskerta, di mana “Dasa” berarti sepuluh dan “Dharma” berarti aturan atau kewajiban.
Dengan demikian, Dasa Darma Pramuka merujuk pada sepuluh nilai dasar yang digunakan sebagai panduan prinsip dan moral dalam kehidupan sehari-hari anggota Pramuka, terutama di Indonesia.
Prinsip-prinsip ini tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga dengan lingkungan sekitar.
Dengan demikian, Dasa Darma mencerminkan perhatian terhadap hubungan manusia dengan alam yang juga penting bagi kehidupan kita.
Sejarah Dasa Darma Pramuka
Penyusunan Dasa Darma Pramuka dimulai pada tahun 1961 oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka. Isi Dasa Darma ini diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 dan berlaku dari 1961 hingga 1966.
Dasa Darma telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan kedua terjadi pada tahun 1966 berdasarkan hasil Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah dan berlaku hingga 1974.
Perubahan ketiga dilakukan pada tahun 1970 dan disesuaikan lagi pada Munas 1974. Perubahan terakhir pada tahun 1978, yang tertuang dalam Keputusan Kwartir Nasional Nomor 036/KN/79, adalah versi yang masih berlaku hingga saat ini.
Dasa Darma tidak hanya dimaksudkan untuk dihafalkan tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Prinsip-prinsip ini dirancang untuk membentuk anggota Pramuka menjadi individu yang bertanggung jawab dan memiliki budi pekerti yang luhur, tercermin dalam tindakan mereka sehari-hari.
